Flag Counter

Friday, December 21, 2012

Horee! Penerbangan Nasional Tumbuh Pesat

JAKARTA--MICOM: Seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik, bisnis angkutan penerbangan nasional terus bergerak tumbuh pesat dibandingkan moda transportasi lain.

Sampai dengan Oktober 2012, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah penumpang mencapai 40,85 juta orang dengan rincian 35,52 juta orang penumpang domestik dan 5,32 juta orang penumpang internasional.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyebutkan pada 2010 saja jumlah penumpang mencapai 58,39 juta orang dengan rincian 51,78 juta orang penumpang domestik dan 6,61 juta orang penumpang internasional.

"Prosentase pertumbuhan yang dicatat pada tahun 2010 total adalah 19,62% dengan perincian domestik 18,18% dan internasional 32,19%," tuturnya dalam konferensi pers akhir tahun di Kantor Kemenhub, Jakarta, (20/12).

Sementara pada 2011 jumlah penumpang mencapai 68,35 orang dengan rincian domestik 60,2 juta orang dan internasional 8,15 juta orang. Persentase pertumbuhan 2011 adalah 17,06% dengan rincian domestik 16,27% dan internasional 23,24%.

Menurut Mangindaan, peningkatan jumlah penumpang domestik diikuti penambahan rute penerbangan komersial domestik dari 222 rute pada 2011 menjadi 249 rute pada 2012. Meskipun terjadi peningkatan, Kemenhub tetap menjalankan kewajiban penyelenggaran angkutan penerbangan perintis untuk daerah terpencil.

Sepanjang 2012 pemerintah mengalokasikan subsidi perintis penerbangan sekitar Rp 279,2 miliar untuk 130 rute di 19 provinsi. "Penerbangan perintis terutama diselenggarakan guna mendukung mobilitas masyarakat di wilayah tertentu karena kondisi geografis tidak memungkinkan menggunakan moda lain," kata Mangindaan.

Ia menilai pelaksanaan penerbangan perintis masih kurang optimal karena ditemui kendala di lapangan seperti pembatalan penerbangan karena faktor cuaca atau alam. Selain itu kerusakan pesawat merupakan hal yang sering terjadi dalam penerbangan perintis.

Lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan angkutan udara, pemerintah melakukan pembangunan dan peningkatan daya dukung prasarana seperti bandara. Mangindaan mengungkapkan salah satu proyek strategis adalah pembangunan Bandara Kuala Namu yang mencapai 89,76% pada November 2012.

Kegiatan peningkatan daya dukung secara rutin juga dilakukan terhadap semua bandar udara. "Peningkatan daya dukung yang dilakukan misalnya pelebaran dan perpanjangan runway, pelapisan runway, dan rehabilitasi terminal dengan pendanaan murni dari APBN," pungkas Mangindaan.


-----------------
POST KE-1234

No comments:

Post a Comment