Flag Counter

Saturday, March 30, 2013

JK Kunjungi Bandara Kuala Namu Pemprovsu Diminta Buat Kebijakan yang Dapat Diterima Warga

Pantai Labu, (Analisa). Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta semua pihak, baik masyarakat maupun instansi yang berkaitan dengan Bandara Internasional Kuala Namu, agar mendukung percepatan pengoperasian bandara ini.
Demikian diungkapkan JK didampingi anggota DPD-RI Rahmat Shah, Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, GM Bandara Polonia, T Said Ridwan, PIU AP II Joko Waskito dan Camat Beringin Batara R Harahap beserta rombongan saat mengunjungi bandara tersebut, Senin (25/3) pukul 15.00 WIB.
Selain indah dan megah, JK juga memuji desain Bandara Kuala Namu yang modern dan memiliki banyak fungsi, terutama dengan keberadaan lokasi yang akan menjadi toko yang memperdagangkan berbagai kebutuhan penumpang.
Menurutnya, salah satu nilai modern Bandara Kuala Namu tersebut dapat dilihat dari penggunaan dinding kaca sehingga cahaya mudah masuk pada siang hari.
Dengan desain tersebut, pengelola Bandara Kuala Namu nantinya tak perlu menghidupkan lampu pada siang hari sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik.
Demikian juga dengan fungsional bagian dalam bandara untuk dijadikan toko sehingga dapat menjadi unsur pemasukan dalam pengelolaan infrastruktur penerbangan itu.
Terkait rasa bangganya atas pembangunan Bandara Kuala Namu, JK menyatakan keinginannya untuk menghadiri peresmian nantinya. “Kalau diundang, saya pasti hadir,” katanya.
Ketika ditanyakan tentang adanya keterlambatan atau penundaan operasional yang awalnya direncanakan pada Maret 2013, mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menyatakan memakluminya.
Menurutnya, untuk infrastruktur yang digunakan jutaan orang, biasanya proses pembangunan akan lebih lambat jika sudah menyangkut masalah yang lebih detail.
Apalagi dengan keharusan terjaminnya unsur keselamatan sehingga banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diselesaikan sebelum dioperasikan. “Lebih baik sedikit terlambat daripada mengurangi faktor safety (keamanan) dan kenyamanan,” katanya.
Mengenai adanya keterlambatan pembangunan infrastruktur jalan menuju Bandara Kuala Namu, ia menilai hal itu tak perlu terlalu dipersoalkan.
Namun, ia mengharapkan Pemprov Sumut dapat membuat kebijakan yang lebih dapat diterima masyarakat dalam hal ganti rugi lahan, termasuk untuk sejumlah kepala keluarga yang masih bertahan di kawasan Bandara Kuala Namu.
Untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur yang direncanakan, mungkin Pemprov Sumut dapat mengeluarkan biaya lebih besar dengan harapan seluruh proses pembebasan lahan dapat dilakukan.
“Kalau harganya Rp1 juta, lalu diganti Rp1,5 juta tidak ada soal. Dua kali NJOP pun wajar saja,” katanya.
Namun masyarakat dan kepala keluarga yang berada di sekitar kawasan Bandara Kuala Namu juga diharapkan dapat mengalah untuk merealisasikan kepentingan umum yang lebih besar.
JK juga berharap pengoperasian Bandara Kuala Namu jangan sampai terkendala karena hanya adanya beberapa orang yang tidak terima dengan “ganti rugi” pembebasan lahan.
Ditegaskan, jangan hanya karena satu dua orang saja sampai menghalangi kepentingan puluhan juta orang.
Dia juga mengaku kagum melihat perkembangan pembangunan Bandara Kuala Namu yang desainnya begitu indah dan luar biasa, di mana  kalau pembangunannya nanti selesai maka bandara ini akan menjadi yang terindah di Indonesia.
Untuk itu orang Indonesia tidak boleh merasa bodoh karena kita juga bisa membangun baik itu perencanaannya, kontraktornya, pengawasnya semuanya harus orang Indonesia.
Diakui dia belum tahu pasti kapan Bandara Kuala Namu ini akan diresmikan namun sekali lagi diminta kepada semua pihak agar mendukung pembangunan bandara ini agar dapat segera dioperasikan.

Bandara Kuala Namu Diresmikan September

Medan, (Analisa). Bandara Kuala Namu dijadwalkan akan diresmikan September 2013. Sementara uji coba (soft operation) akan dilakukan pada Juli untuk memastikan semua berjalan lancar. Demikian dikatakan Dirut PT AP-II Tri S Sunoko usai pertemuan dengan Satuan Kerja (Satker) baik sektor privat yang dibiayai AP-II maupun sektor publik yang dibangun dana bersumber dari APBN.

Dirut AP-II yang didampingi Dirjen Perhubungan Udara Dephub Harry Bakti, GM AP-II Bandara Polonia Medan HT Said Ridwan mengakui, peresmian KNIA nantinya tidak dipaksanakan. Namun diyakini sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side) diperkirakan sudah rampung Juli 2013.

“Kalaupun yang belum final saat peresmian hanya masjid dan hotel yang dipergunakan untuk penumpang transit,” kata Tri S Sunoko yang pada kesempatan itu turut dihadiri deputi bidang ekonomi sekretaris Wapres Tirta Hidayat dan M Ikhsan Tatang, Komisaris Utama AP-II serta pejabat lainnya.

Namun acara soft operation akan dilakukan Juli 2013. “Uji coba itu perlu agar saat peresmian oleh Presiden SBY pada September tidak ada kendala lagi, artinya semua sinkron antara sisi darat maupun sisi udara,” kata Dirut AP-II.

Pada paparan di lantai 9 Hotel Arya Duta, Rabu (27/3), diawali laporan Joko Waskito, selaku Ketua Proyek Invesment Unit (PIU) Bandara Kuala Namu/KNIA. Secara umum pembangunan sudah selesai 94 hingga 95 persen.

Namun ada bagian-bagian yang sudah selesai 100 persen seperti terminal penumpang hanya tinggal memoles saja, terminal barang (cargo), area pengisi bahan bakar (avtur), alat bantu pendaratan pesawat atau Instrumen Landing System (ILS), landasan pacu (runway) dan taxiway juga selesai.

Namun yang belum final pembangunan ruangan VIP, terkait keinginan Pemprovsu. Sementara stasiun kereta api jalur bandara hingga saat ini sudah rampung lebih kurang 50 persen, begitupun dipastikan Juli dapat digunakan, kata Joko Waskito.

Cukup alot saat membicarakan masalah akses jalan non tol (jalan alteri) yang menghubungkan dari persimpangan kayu besar hingga Bandara Kuala Namu.

Terlihat berulang-ulang membahas akses jalan tersebut  antara Kepala Balai I jalan nasional Wijaya Seta dengan staf ekonomi Wapres Tirta Hidayat dan Dirjen Perhubungan Udara Harry Bakti. Ada puluhan titik pembangunan jalan yang belum terhubung dari kayu besar hingga ke bandara.

Namun Wijaya Seta meyakini akan selesai Juli 2013, sementara akses jalan tol hingga saat ini belum dimulai ke sana.

HT Said Ridwan yang hadir pada kesempatan itu menambahkan, padatnya kegiatan penumpang di Bandara Polonia Medan mengharuskan Bandara Kuala Namu cepat digunakan.

Misalnya, pergerakan pesawat setiap hari mencapai lebih kurang 183 pesawat, sebulan 5.490 pesawat bahkan setahun lebih kurang 66.795 pesawat. Sementara pergerakan penumpang/hari mencapai 21.637 orang, setahun diperkirakan mencapai 7.897.505 orang.

Sementara pergerakan kenderaan roda dua dan empat,  kenderaan pribadi yang masuk ke kawasan Bandara Polonia Medan 5.000 unit, taksi 1.000 unit, taksi umum 175 unit dan kendaraan airline 180 unit.

Kuala Namu akan Jadi Bandara Termegah di Indonesia

Starberita – Medan, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, HM Jusuf Kalla, mengatakan Bandara Kuala Namu atau Kuala Namu International Airport (KNIA) akan menjadi bandara terindah dan termegah di Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari designnya yang modren dan memiliki banyak  fungsi.


Hal itu dikatakan JK ketika bersama dengan anggota DPD RI asal Sumatera Utara, DR Rahmat Shah, Wakil Ketua DPRD Sumut Ir H Chaidir Ritonga, Fahmi Idris, Antoni Siahaan, Kadishub Sumut, Dirjen Perhubungan Kemenhub dan GM Angkasa Pura II Said Ridwan meninjau perkembangan pembangunan Bandara Kuala Namu, Senin (25/3).

Menurut Ketua Palang Merah Indonesia ini, salah satu nilai modren Bandara Kuala Namu terlihat dari penggunaan dinding kaca, sehingga memudahkan cahaya masuk pada siang hari. “Dengan design tersebut, pengelola Bandara Kuala Namu tidak perlu menghidupkan lampu pada siang hari, sehingga dapat menghemat energi listrik,” katanya.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga memaklumi keterlambatan operasional Bandara Kuala Namu dari yang ditargetkan. Sebab, menurutnya, setiap infrastruktur yang digunakan jutaan orang biasanya agak lambat. “Masalah keterlambatan infrastruktur juga tidak perlu dipersoalkan,” ujar JK yang mengaku bernostalgia di Bandara Kuala Namu.

JK juga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat membuat kebijakan yang dapat diterima masyarakat terkait dengan ganti rugi lahan kepada masyarakat yang masih bertahan di lokasi Bandara Kuala Namu. Dan kepada warga yang masih bertahan karena menolak dengan harga yang ditawarkan pemerintah, JK, berharap hendaknya jangan demikian, karena lahan menuju Bandara Kuala Namu untuk kepentingan umum.  “Kalau dulu orang melihat pekerjaan fisik terminal, sekarang gedungnya sudah siap dan tinggal sedikit lagi,” sebutnya.

Diketahui pembangunan Bandara Kuala Namu dimulai sejak tahun 2006 lalu dan pelatakan batu pertama pembangunan dilakukan JK saat menjadi Wapres saat itu. Target yang semula bandara terbesar kedua di Indonesia itu beroperasi tahun 2010 hingga terakhir Maret 2013 belum juga dapat dipastikan, namun pemerintah memastikan kalau tahun 2013 ini Bandara Kuala Namu akan beroperasi.



http://www.starberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=93526:-kuala-namu-akan-jadi-bandara-termegah-di-indonesia&catid=173:headline&Itemid=784 

Bandara Kualanamu Dibersihkan Akhir Maret

Medan, (Analisa). Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pada Maret ini Bandara Internasional Kualanamu (KIA) masuk dalam tahap pembersihan. Semua sisa bahan bangunan dari proses pembangunan gedung akan dikumpulkan dalam satu tempat.

Kepala Proyek Kualanamu atau Project Implementation Unit (PIU) AP II Joko Wasito, menyatakan pembersihan ini mulai dilakukan pada akhir Maret mendatang, pembersihan akan  dilakukan mulai dari pembersihan abu-abu, sisa bangunan, hingga rumput liar yang akan dipotong.

"Untuk yang paling banyak dibersihkan itu bahan bangunan. Mengingat ada kayu, pasir, batu-batuan, dan lainnya." ujarnya.

Dikatakannya, pembersihan ini akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Angkasa Pura II, dan tidak ada keterlambatan dalam hal ini. "Kemarinkan keputusannya April akan beroperasi, sebelum akhirnya ditunda. Jadi, tidak ada lagi keterlambatan," ujarnya.

Sisa Bangunan
Ia melanjutkan pertama sekali yang dibersihkan adalah sisa bahan bangunan berupa batu, kayu, dan barang-barang bekas. Bila ada sebagian sampah maka akan dilakukan pembakaran atau pemusnahan. Tetapi, bila tidak dapat dibakar, seperti batu, maka akan disimpan di kawasan yang memang sudah disediakan. "Kita siapkan lahan untuk sampah ini. Tepatnya dibagian ujung barat bandara. Luasnya sekitar 20 Hektare. Karena sampahnya cukup banyak," katanya.

Diperkirakan sampah yang dihasilkan cukup banyak, pengerjaan untuk pemusnahan inipun akan memakan waktu. Paling cepat sekitar 1 minggu. "Tapi kalau kita kerja rodi, 3 atau 4 hari selesailah," lanjutnya.

Setelah pembersihan sisa bangunan, petugas akan melanjutkan pada pembersihan abu-abu disekitar bangunan sebelum interior bangunan dimasukkan.

Joko juga menegaskan bahwa semua barang-barang bekas tersebut tidak diperjualkan. Karena, untuk saat ini belum ada instruksi untuk menjualnya. "Kalau saat ini, keputusannya masih menyimpan dulu. Kalau perkembangannya nanti, saya belum tahu. Tetapi, yang pasti, saat ini tidak dijual," jelasnya.