Flag Counter

Sunday, January 20, 2013

Radar Bandara Kualanamu Diujicoba

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Operator Bandara KIA PT Angkasa Pura II telah melakukan ujicoba radar dengan sistem shadow atau ujicoba radar yang dipakai untuk mengontrol pesawat  yang dilakukan di gedung operasi dan menara pengawas di Bandara KIA.
Hal ini diutarakan Manajer Elektronik PT Angkasa Pura II Selamat Samiadi di Medan, Selasa (15/1/2013). Tujuan digelarnya ujicoba radar untuk pertama kalinya itu untuk menyamakan persepsi antara radar Bandara Polonia dan Bandara KIA.
Ujicoba tersebut masih dalam tahap awal, makanya disebut dengan shadow atau bayang-bayang. Tahap ujicobanya masih belum konkrit, dibutuhkan ujicoba selanjutnya untuk memastikan apakah bandara tersebut siap untuk dioperasikan.
Berkaitan dengan sistem radar baru yang akan digunakan di bandara Kualanamu International Airport (KIA), Mandala Airlines mengaku sangat percaya diri untuk segera menguji radar tersebut.
Brata Rafly Brata Rafly Director Commercial Mandala Airlines mengaku bahwa dari ketujuh pesawatnya yang akan dioperasikan di bandara tersebut semuanya merupakan armada baru yang secara otomatis bisa terkoneksi dengan sistem radar yang terdapat di Bandara KIA.
“Dalam pesawat kami juga terdapat sistem radar yang memiliki teknologi tercanggih. Dengan demikian, akan dengan mudah menangkap sistem radar yang terdapat di bandara itu,” jelasnya Brata, saat dihubungi Tribun-Medan.com, Selasa (15/1/2013).
Namun demikian, Brata belum mengetahui secara pasti apakah pesawat Mandala juga sudah melakukan ujicoba terhadap radar baru yang akan digunakan di bandara itu. Tapi ia mengaku sangat confident tujuh pesawat Mandala yang baru tersebut memiliki sistem teknologi yang canggih.
Selain itu, secara operasional, Brata menambahkan bahwa pesawat Mandala yang dikenal sebagai anak perusahaan dari Tiger Airways yang berpusat di Singapura juga menggunakan sistem operasional yang sama dengan Tiger Airways yakni berstandar internasional.
“Standar yang kami gunakan juga menggunakan standar internasional. Makanya, kami sangat yakin dengan sistem radar baru tersebut. Secara keseluruhan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesiapan pesawat, Mandala Airlines sudah siap untuk melakukan ujicoba radar tersebut,” jelasnya.

Kereta Bandara Kualanamu Siap Beroperasi April

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, melakukan peninjauan sejumlah perlintasan kereta api di inti kota Medan. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat kesiapan ruas jalan, menjelang dioperasikannya Kereta Api yang terintegrasi menuju Bandara Kualanamu Deliserdang April mendatang.
Menurut Rahudman, saat ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengupayakan pembangunan alternatif untuk mengatasi kemacetan diantaranya pembangunan fly over (jalan layang) atau underpass (jalan di bawah).
“Sekarang surat ke Menteri PU dan Wakil Presiden kan sudah kita kirim seminggu lalu. Sekarang kita masih menunggu dari sana. Kita siap jika pusat meminta ekspos. Saat ini untuk sementara kita lakukan pelandaian jalan di perlintasan kereta api dan itu sedang kita kerjakan. Sehingga, setiap kendaraan yang melintasi bisa lebih cepat ketika melewati rel,” katanya, saat meninjau perlintasan rel Kereta Api di Jalan Mahkamah, Kamis (17/1/2012).
Dalam peninjauan, Rahudman menyisir, peninjauan seperti di perlintasan Jalan Palang Merah, Jalan Mahkamah, Sisingamangaraja dan Jalan HM Yamin ada tiga hal yang akan ditempuh Pemko Medan. Untuk perlintasan di Jalan Palang Merah nantinya akan dilakukan perataan jalan di kiri dan kanan sepuluh meter, selain itu rel lama akan ditutup sehingga dapat mengantisipasi kemacetan.
Sedangkan di Jalan Mahkamah, Pemko Medan akan berencana membangun under pass karena conter jalan termasuk tinggi sehingga memungkinkan dibangun under pass. “Nanti akan kita kaji lagi, kalau di Jalan SM Raja kita buat Fly Over tentunya akan merusak tata kota, tapi kalau kita bangun under pass mungkin lebih baik, sehingga Jalan di depan kantor PDAM Tirtanadi ini bisa sebagai jalan memutar,” jelas Rahudman.

Jalan arteri Kualanamu masih 95 persen

MEDAN - Sekitar 95 persen jalan arteri dua lajur menuju lokasi Bandara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, selesai dibangun.

Usai rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Sumut di Medan, hari ini, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Wijaya Seta mengatakan pihaknya telah menyelesaikan jalan dua lajur itu sepanjang 14 km dari 14,5 km yang ditetapkan. "Ada sekitar 500 meter yang belum selesai. Itu dikerjakan pada bulan Februari nanti," katanya.

Menurut Wijaya, pembangunan jalan arteri sebanyak dua lajur tersebut masih terpisah-pisah disebabkan belum pembebasan lahan yang dilakukan secara bertahap.

Sebenarnya, pembangunan yang tidak dilakukan dengan menyeluruh tersebut memberikan kesulitan tersendiri karena proses lebih lama. "Kita inginnya (lahan) bebas semua baru kerja," katanya.

Secara keseluruhan, kata dia, jalan arteri menuju lokasi Bandara Kualanamu yang akan dibangun Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I itu terdiri dari empat lajur.

Untuk sementara, jalan arteri dengan empat lajur tersebut telah dibangun sepanjang enam km dan akan dilanjutkan pada 2013 dengan kontrak secara multiyears.

Dengan pengerjaan hingga 2014, akan dibangun lagi jalan arteri dengan empat lajur sepanjang 13,5 km dan jembatan layang (fly over) sepanjang 880 meter. Jalan empat lajur itu akan diselesaikan dalam dua tahun, katanya.

Shadow Operation
PT Angkasa Pura II mulai melakukan "shadow operation" atau operasi bayangan Bandara Kualanamu untuk mengetahui kesiapan dalam melayani penerbangan nasional dan internasional.

"Kegiatan itu sudah dimulai sejak 10 Januari 2013," kata GM Angkasa Pura II Medan Said Ridwan di Medan, hari ini.

Sebagai langkah awal, kata Said, kegiatan yang dilakukan menguji seluruh alat navigasi dan radar yang terdapat di bandara yang dibangun di Kabupaten Deli Serdang itu.

Dalam kegiatan yang disebut "dry shadow operation" tersebut, pihaknya ingin memastikan alat navigasi dan radar itu berfungsi dengan baik guna mengatur jadwal dan rute penerbangan.

Setelah kegiatan awal itu berhasil, pihaknya akan melanjutkan dengan "wet shadow operation" melalui proses komunikasi dengan pesawat yang akan mendarat di bandara itu.

Setelah berbagai uji coba dilakukan, pihaknya akan melakukan penyisiran untuk mengetahui kemungkinan adanya sistem yang belum berfungsi dengan maksimal.

Pengujian tersebut diperlukan untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan sebagai bandara internasional yang akan melayani pendaratan dan penerbangan ke berbagai tujuan. "Itu persyaratan bagi seluruh airport. Seluruh peralatan harus berfungsi dengan baik," katanya.

Jika peralatan tersebut telah berfungsi, pihaknya masih melakukan penyisiran untuk mengetahui bagian lain yang masih perlu diperbaiki guna memastikan kesiapan sebagai bandara internasional.

Pihaknya akan melakukan shadow operation selama satu bulan. "Tim terus melakukan pemantauan," kata Said.
(dat03/antara)

waspada.co.id 

Airport Tax Kualanamu Rp 50 ribu

JAKARTA - PT Angkasa Pura (AP) II memastikan tidak ada perbedaan yang sangat signifikan dalam biaya Passanger Service Charger (Airport Tax) yang diberlakukan di Bandara Kualanamu.

Jika saat ini airport tax yang diberlakukan di Bandara Polonia Medan sebesar Rp35 ribu, saat operasional bandara dipindahkan ke Bandara Kualanamu, biaya airport tax diperkirakan menjadi Rp40 ribu-Rp50 ribu.

Kepala Cabang PT AP II Bandara Polonia Medan Said Irawan mengatakan, pemberlakuan biaya airport tax itu bukanlah kenaikan. Melainkan penyesuaian terhadap biaya pengelolaan bandara yang tentunya juga meningkat seiring meningkatnya fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung di Bandara.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan Bandara secara signifikan, yang tidak diikuti dengan peningkatan airport tax, merupakan bentuk komitmen PT AP II dalam melayani penumpang angkutan udara secara lebih baik.

"Enggak benar kalau sampai Rp100 ribu. Kita juga enggak tahu itu sumbernya dari mana. Kalau sekarang di Polonia kan Rp35 ribu. Di Kualanamu nanti kita rencanakan paling mahal Rp50 ribu. Kita berkomitmen untuk melakukan efisiensi, tanpa mengurangi pelayanan. Kalau selama ini banyak yang mengeluhkan pelayanan di Bandara Polonia, kita berupaya nanti di Kualanamu para penumpang mendapatkan kenyamanan," cetusnya di Medan, tadi malam.

Said juga menyebutkan, dalam upaya meningkatkan pelayanan pada para penumpang, PT AP II nantinya akan melakukan pengetatan pengawasan terhadap operasional para calo tiket. Kondisi di Bandara Polonia yang menurut sebagian kalangan masih dipenuhi para calo akan diubah secara maksimal. Dalam meningkatkan kenyamanan para penumpang, PT AP II juga berencana mengurangi operasional porter.

"Porter barang memang diperlukan. Tapi kita enggak ingin juga nantinya porter-porter itu justru menimbulkan ketidaknyamanan. Porter kita kurangi. Mereka nantinya hanya akan membantu orang lanjut usia, dan perempuan hamil. Sementara untuk yang di luar itu, kita akan memperbanyak troli saja," ujarnya.
(dat18/okezone)

waspada.co.id

Rp20 miliar lagi untuk Kualanamu

MEDAN - PT Angkasa Pura II (Persero) mempersiapkan investasi lagi sekitar Rp20 miliar untuk keperluan kelengkapan fasilitas Bandar Udara Kualanamu pengganti Polonia Medan yang dijadwalkan minimal operasionnya April mendatang.

"Dana itu untuk kelengakapan fasilitas di bandara. Sebagai Bandara terbesar kedua setelah Cengkareng dan teramsuk tercanggih karena terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti kereta api, maka fasilitas harus bagus," kata General manager PT Angkasa Pura, H.T.Said Ridwan, di Medan, hari ini.

Dia mengatakan itu usai menghadiri acara dialog pengusaha dengan Pelaksana tugas Gubenrur Sumut, Gatot Pujo Nugroho yang juga dihadiri berbagai jajaran.

Said Ridwan menjelaskan, dewasa ini semua yang terkait dengan operaisonal Bandara Kualanamu sedang mengerjakan dan terus mengevaluasi semua kelegkapan bandara itu di luar dan di dalam abndara. "Semau kerja ekstra, karena target minimal opeartion dijadwalkan April 2013," katanya.

Dia mengakui, molornya lagi jadwal pengoperaisn Kualanmu dari awalnya direncnakan Maret. "Masih ada beberapa fasilitas yang mesti dilengkapi dan disiapkan. Tidak mudah  memindahkan bandara," katanya.

Dijelaskan Said,  navigasi baru diuji coba secara "dry shadow" pada 10 Januari 2013 lalu. Dalam kegiatan  "dry shadow operation" tersebut, Angkasa Pura II ingin memastikan alat navigasi dan radar itu berfungsi dengan baik guna mengatur jadwal dan rute penerbangan.

Setelah "dry shadow" ada lagi kegiatan lainnya  yakni "wet shadow operation" yakni mencoba proses komunikasi dengan pesawat yang akan mendarat di bandara itu.

Setelah berbagai uji coba dilakukan dan  terus melakukan penyisiran kemungkinan adanya sistem yang belum berfungsi dengan maksimal, baru minimal operation dilakukan. "Angkasa Pura II berharap pengoperasian penerbangan semua berjalan serentak di Kualanamu begitu benar-benar dioperasikan," katanya.

Dalam kaitan pengoperasian penerbangan itu, manajemen Angkasa Pura II pekan depan akan mengadakan pertemuan dengan para maskapai. Menyoal tentang nama pasti Bandara Kualanmu itu, diakui, belum ada turun dari Pemerintah Pusat. "Tanya ke Pemprov Sumut lah," katanya.

Pelaksana Tugas Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho menyatakan, bahwa sesuai kesepakatan  nama bandara pengganti Polonia Medan itu diusulkan ke Pusat dengan nama Bandara Internasional Kualanamu.

"Tinggal menunggu keputusan Pemerintah Pusat.Yang pasti dengan beroperasinya Kualanamu bukan hanya pergerakan manusia yang bertambah banyak di Sumut tetapi juga arus barang itu akan membantu pertumbuhan ekonomi Sumut," katanya.


waspada.co.id

KA cepat ke Kuala Namu siap dioperasikan

MEDAN - Kepala Divisi Regional (Divre) Sumut-NAD PT Kereta Api Indonesia (KAI), M Nasyir, mengatakan bahwa pihaknya  sudah siap untuk mengoperasikan kereta api cepat menuju Bandara Kuala Namu.

“PT KAI tinggal menunggu  kapan  airport pengganti Bandara Polonia tersebut dioperasikan.  Intinya kapanpun kereta api dioperasikan, kita sudah siap,” kata  M Nasyir, hari ini.

Nasyir sangat mendukung rencana Walikota Medan, Rahudman Harahap untuk melandaikan lintasan kereta api, sehingga pengemudi kenderaan bermotor tidak perlu mengurangi kecepatan dan merasa nyaman ketika melintasinya.

“Termasuk, menyambut baik rencana Walikota untuk menata dan merapikan  kanan dan kiri sepanjang  lintasasan kereta api menuju Bandara Kuala Namu,” katanya.


waspada.co.id

Bandara Kualanamu Shadow Operation

MedanBisnis – Medan. Radar pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang sudah mulai beroperasi dan dapat mendeteksi lalu lintas pesawat di udara yang menuju Kota Medan atau Bandara Polonia Medan. Saat ini, dua radar yakni di Bandara Polonia dan Bandara Internasional Kualanamu sengaja dioperasikan bersamaan (shadow operation) sebagai bagian dari sertifikasi perangkat Kualanamu.
Selain sistem dan perangkat radar, tim gabungan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI juga sedang melakukan ujicoba landasan pacu Bandara Kualanamu. Ujicoba ini dilakukan karena merupakan bagian dari sertifikasi bandara, apakah layak dioperasikan nantinya secara resmi pada Maret 2013.

"Itu bagian dari sertifikasi. Banyak tim yang sudah mulai bertugas di Kualanamu. Tim dari Kemenhub RI ini bertugas melakukan sertifikasi seluruh perangkat di Kualanamu. Ada yang ahli radar atau navigasi hingga ahli struktur landasan pacu pesawat," kata Kepala Proyek Kualanamu atau Kepala Project Implementation Unit (PIU) Pembangunan Bandara Kualanamu, Joko Wasito, kepada MedanBisnis, Kamis (17/1).

Joko mengatakan, saat ini tim Kemenhub RI juga sudah mengoperasikan radar, yang berfungsi dengan baik sehingga tidak ada masalah dalam proses sertifikasi. Katanya, radar di Kualanamu sengaja dioperasikan bersamaan dengan operasi radar Bandara Polonia.

"Radar sudah berfungsi. Shadow operation dengan petugas APP di Menara. Jadi, dua radar memang difungsikan bersamaan. Pergerakan di luar bandara terkontrol semua dari Kualanamu," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk ujicoba resmi dengan menggunakan pesawat untuk ujicoba landasan pacu akan dilakukan setelah sertifikasi. "Saat ini kan tidak perlu pesawat dalam sertifikasi. Namun, dalam kalibrasi atau uji fisik nanti pakai pesawat kecil milik Kemenhub. Itu nanti mereka yang atur," tuturnya.

Joko Wasito juga menyatakan operasional bandara terbesar kedua di Indonesia ini tidak molor. Operasional bandara secara resmi tetap dilakukan pada akhir bulan Maret 2013 ini atau pada awal bulan April.

"Bukan molor. Informasinya di media massa dipelintir, tidak sesuai fakta. Karena banyak tahapan yang harus dilalui, maka dimaksimalkan operasional Bandara Kualanamu tetap berjalan pada Maret. Sebelum bulan Maret seluruh penerbangan sudah pindah ke Kualanamu. Hanya penyesuaian hari saja. Karena banyak tahapan itu, kemungkinan akhir bulan Maret atau tanggal 4 bulan April. Penyesuaian hari saja," tegasnya.


http://www.medanbisnisdaily.net 

Spanish radar ready to operate at Kuala Namu

State-owned airport operator PT Angkasa Pura II has confirmed that the new Spanish radar installed at the Kuala Namu International Airport in Deli Serdang, North Sumatra, is ready to assist air traffic as soon as the airport commences operation in March 2013.

Head of the law, public relations and general affairs section of PT Angkasa Pura II’s Kuala Namu unit implementation project, Wisnu Budi Setyanto, said that the radar had been successfully tested.

“The quality of the Kuala Namu radar is very good [and will] guarantee flight safety,” Wisnu said on Wednesday.

Wisnu said the tests had been conducted over the last two months and focused on the navigation process between the radars at the current Polonia Medan Airport and at the new Kuala Namu Airport.

He said the new Spanish-made radar, purchased by the Indonesian government especially for the Kuala Namu Airport, was the first-ever to operate in the country.

“From an application point of view, this radar is better, more accurate and more precise,” he said.

Wisnu expressed confidence that with a high quality radar, the flight activities at the new airport would be even safer that those at the Polonia Medan Airport.

The radar at Kuala Namu, according to Wisnu, covers air traffic in areas under 250,000 feet high as the areas above that height are managed by Jakarta.

So far, he added, no flight company had tried to use the radar at Kuala Namu. Wisnu confirmed that in principle should there be a company that wanted to try it the airport was prepared.

He also expressed optimism that the Kuala Namu Airport would be able to commence operation on time by March 2013.

“We would welcome companies who want to try the radar, because the airport is indeed ready to operate,” he said.

Mandala Airlines commercial director Brata Rafly said his company was ready to try the new radar at Kuala Namu Airport.

He expressed confidence that his company’s aircraft would be able to operate at the airport, adding that seven Mandala Airlines planes would operated from there.

The Kuala Namu Airport, which occupies a plot of 1,365 hectares, is expected to be officially launched by President Susilo Bambang Yudhoyono in March this year.

Kuala Namu is located some 3.5 kilometers away from Labu beach in Deli Serdang regency, around 40 kilometers from Medan.

The airport has a runway measuring 3,750 meters long and is 60 meters wide.

It has parking lot for 33 planes capacity. It has an annual capacity of 8 million passengers.


thejakartapost.com