Flag Counter

Saturday, March 30, 2013

Bandara Kualanamu Dibersihkan Akhir Maret

Medan, (Analisa). Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pada Maret ini Bandara Internasional Kualanamu (KIA) masuk dalam tahap pembersihan. Semua sisa bahan bangunan dari proses pembangunan gedung akan dikumpulkan dalam satu tempat.

Kepala Proyek Kualanamu atau Project Implementation Unit (PIU) AP II Joko Wasito, menyatakan pembersihan ini mulai dilakukan pada akhir Maret mendatang, pembersihan akan  dilakukan mulai dari pembersihan abu-abu, sisa bangunan, hingga rumput liar yang akan dipotong.

"Untuk yang paling banyak dibersihkan itu bahan bangunan. Mengingat ada kayu, pasir, batu-batuan, dan lainnya." ujarnya.

Dikatakannya, pembersihan ini akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Angkasa Pura II, dan tidak ada keterlambatan dalam hal ini. "Kemarinkan keputusannya April akan beroperasi, sebelum akhirnya ditunda. Jadi, tidak ada lagi keterlambatan," ujarnya.

Sisa Bangunan
Ia melanjutkan pertama sekali yang dibersihkan adalah sisa bahan bangunan berupa batu, kayu, dan barang-barang bekas. Bila ada sebagian sampah maka akan dilakukan pembakaran atau pemusnahan. Tetapi, bila tidak dapat dibakar, seperti batu, maka akan disimpan di kawasan yang memang sudah disediakan. "Kita siapkan lahan untuk sampah ini. Tepatnya dibagian ujung barat bandara. Luasnya sekitar 20 Hektare. Karena sampahnya cukup banyak," katanya.

Diperkirakan sampah yang dihasilkan cukup banyak, pengerjaan untuk pemusnahan inipun akan memakan waktu. Paling cepat sekitar 1 minggu. "Tapi kalau kita kerja rodi, 3 atau 4 hari selesailah," lanjutnya.

Setelah pembersihan sisa bangunan, petugas akan melanjutkan pada pembersihan abu-abu disekitar bangunan sebelum interior bangunan dimasukkan.

Joko juga menegaskan bahwa semua barang-barang bekas tersebut tidak diperjualkan. Karena, untuk saat ini belum ada instruksi untuk menjualnya. "Kalau saat ini, keputusannya masih menyimpan dulu. Kalau perkembangannya nanti, saya belum tahu. Tetapi, yang pasti, saat ini tidak dijual," jelasnya.

No comments:

Post a Comment