Flag Counter

Wednesday, April 24, 2013

Bocor saat hujan, bandara Indonesia belum pantas terbaik dunia

Keberadaan bandara di Indonesia saat ini terus menjadi menjadi sorotan media dan masyarakat. Sorotan menjadi semakin tajam ketika salah satu lembaga survei industri penerbangan asal Inggris, Skytrax mengeluarkan hasil surveinya di mana tidak ada satu pun bandara Indonesia masuk dalam 100 bandara terbaik dunia.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang disebut-sebut sebagai bandara tersibuk dan terluas di Indonesia masih mempunyai banyak kekurangan. Hujan lebat yang melanda Jakarta, Kamis (18/4) ternyata berdampak pada bocornya atap bandara.
Salah satu penumpang Garuda Indonesia, Icha (20) mengatakan atap bandara di terminal 2F lantai dua mengalami kebocoran. "Terminal 2F atas, bocor, bandara internasional bocor nih," ucap Icha dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com di Jakarta.
Bocornya atap bandara ini juga menjadi tontonan para calon penumpang pesawat. Hujan yang terus mengguyur menambah parah kucuran air ke gerai dalam terminal tersebut.
"Banyak yang tontonin juga nih," jelasnya. "Malah, ada bapak-bapak yang marah-marah. 'Ini nggak ada yang nanganin nih? Mana pihak bandara? Masa bandara internasional bocor?'," lanjut Icha.
Atas hal ini pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merasa pengelola bandara sudah keterlaluan. Semestinya pihak pengelola bandara yakni Angkasa Pura II terus melakukan pengawasan dan perbaikan.
Anggota DPR komisi V, Epyardi Asda, mengatakan pihak AP II saat ini harus diberi kritikan keras atas hal ini. Dia merasa AP II terlalu keenakan dengan hanya mencari keuntungan semata dan tidak memperhatikan aspek kepuasan calon penumpang.
"AP II ini berarti sudah tidak mementingkan kenyamanan dan ketenangan calon penumpang, ini sudah tidak benar," ujarnya pada merdeka.com di Jakarta, Kamis (18/4) malam.
Jika sudah menyangkut penumpang, lanjutnya, maka pihak DPR berencana untuk memanggil pihak AP untuk memberikan penjelasan. Diharapkan AP II bisa memberikan pelayanan maksimal dengan terus melaksanakan perbaikan.
Epyardi menambahkan untuk masuk dalam jajaran bandara terbaik dunia, Bandara Soetta perlu dilakukan pengembangan. Pengembangan dari sisi kapasitas menjadi salah satu yang perlu dilakukan. Saat ini kapasitas bandara sudah tidak mampu menampung jumlah calon penumpang.
Menurutnya, jalan keluar dari masalah ini ialah membangun bandara baru. Pasalnya, jika Bandara Soetta ingin dibangun untuk perluasan maka kembali akan mengganggu pelayanan kepada calon penumpang.
Sementara itu di sisi lain, pihak AP II belum bisa dihubungi untuk memberikan penjelasan.
Sebelumnya, Federasi Pilot Indonesia (FPI) menyatakan, untuk masuk dalam jajaran bandara terbaik, dunia bandara di Indonesia harus terus diperbaiki dan meniru kinerja bandara luar negeri yang baik. Ketua FPI, Hasfrinsyah, berpendapat untuk masuk kategori bandara terbaik dunia, sebuah bandara harus dibuat nyaman sehingga calon penumpang merasa seperti rumah sendiri.
"Kami mengharapkan kita ada ke arah sana. Bandara itu harus seperti istana atau rumah kita sendiri. Ada tempat berkomunikasi, istirahat, belanja, one stop shopping bandara, parkir mobil luas," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com.


http://www.merdeka.com/uang/bocor-saat-hujan-bandara-indonesia-belum-pantas-terbaik-dunia.html 

No comments:

Post a Comment