Flag Counter

Wednesday, December 12, 2012

Maret 2013, Bandara Internasional Kualanamu Medan Beroperasi


Desember ini, proyek fisik sudah selesai. Bisa beroperasi Maret


VIVAnews - PT Angkasa Pura mempercayakan penyelesaian pembangunan Bandara Kualanamu dan Bandara Juanda kepada PT Waskita Karya. Bandara Kualanamu yang akan menggantikan Bandara Polonia, Medan, ini ditargetkan bisa beroperasi pada Maret 2013.

PT Waskita Karya dipercayakan sebagai kontraktor dalam pengerjaan proyek pembangunan Bandara Internasional Kualanamu Medan dengan nilai kontrak sebesar Rp394 miliar dan Bandara Internasional Juanda Surabaya sebesar Rp388 miliar. Waskita Karya optimistis pengerjaan Bandara Internasional Kualanamu Medan selesai Desember 2012 sehingga dapat dioperasikan pada tahun 2013. Begitu pula dengan pembangunan terminal selatan Bandara Juanda tersebut, Waskita karya menargetkan akan menyelesaikan proyek ini pada November 2013.

Untuk diketahui, saat ini proses pembangunan Bandara Kualanamu telah mencapai 84% sedangkan untuk penyelesaian Bandara Internasional Juanda telah mencapai 46% dari target sebelumnya 17%.

“Kami yakin bahwa proyek pembangunan yang dilakukan untuk Bandara Kualanamu dan Bandara Juanda akan selesai sesuai atau bahkan lebih cepat dari target yang telah ditentukan sebelumnya," kata Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq. "Saya sangat puas akan kinerja yang dihasilkan oleh tim kami dan tentunya kami berharap kedua proyek ini akan selesai lebih cepat agar masyarakat dapat segera menikmati manfaatnya."

Di Kualanamu, Waskita Karya melakukan Pekerjaan Tanah Tahap III, Perbaikan Tanah dan Aeronautical Pavement Runway (Paket-4) sepanjang 3.750 meter. Dalam  proyek pembangunan Bandar Udara Internasional Juanda, salah satu kontraktor terbesar milik negara ini dipercayakan oleh PT Angkasa Pura I untuk melakukan proyek design and buildterminal selatan Bandara Internasional Juanda Surabaya. 

Kedua proyek pembangunan bandara internasional ini dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh bandara. PT. Angkasa Pura II menargetkan Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara transit internasional agar dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin melakukan penerbangan luar negeri. Lebih lanjut, bandara internasional ini diharapkan akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi daerah karena meningkatnya arus pergerakan penumpang di daerah ini.

“Saya optimistis Bandara Kualanamu ini dapat beroperasi tepat waktu pada Maret 2013," kata Gatot Pujo Nugroho, Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara. "Bayangkan kalau ini sudah beroperasi, warga sekitar juga akan menikmati dampak kemajuannya, oleh karena itu mari sama–sama wujudkan agar Bandara Kualanamu dapat beroperasi tepat waktu dan tanpa kendala," kata Gatot.

Sedangkan proyek pengembangan Bandara Internasional Juanda Surabaya sendiri diakui oleh Direktur PT. Angkasa Pura, Tommy Soetomo, sebagai solusi terhadap kepadatan Bandara Internasional Juanda yang telah melebihi kapasitas sesungguhnya. Pertumbuhan jumlah penumpang angkutan udara di Bandara Internasional Juanda merupakan faktor pemicu kepadatan yang terjadi. 

Peningkatan arus penumpang menjadi 12 juta pada bulan 2012. Hal ini mengakibatkan kapasitas Bandara Internasional Juanda yang hanya mencapai 6,5 juta per tahun tidak mampu menampung peningkatan arus penumpang yang terjadi. “Bandara Juanda yang kita kenal sekarang hanya mampu untuk menampung 6,5 juta penumpang per tahun, sedangkan jumlah penumpang per tahunnya mencapai 11 hingga 12 juta orang, oleh karena itu kami harapkan pembangunan bandara Juanda terminal selatan ini bisa tepat waktu dan tepat budget,” kata Tommy Soetomo, Direktur PT. Angkasa Pura.

No comments:

Post a Comment