Flag Counter

Monday, May 21, 2012

Nama Bandara Internasional Kuala Namu bisa jadi sumber konflik

MEDAN – Walaupun pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu belum pasti akan selesai, namun perdebatan soal nama yang akan digunakan untuk bandara pengganti Bandara Internasional Polonia tersebut telah menarik perhatian berbagai golongan, etnis dan ormas termasuk pemerintah di Sumatera Utara.

Sampai saat ini, ada sejumlah usulan dari berbagai kelompok tentang nama Bandara Kuala Namu yang digadang-gadang beroperasi Maret 2013 mendatang. Dari Pemda Deli Serdang mengusulkan Bandara Internasional Sultan Serdang (BISS), Bandara Internasional Amir Hamzah, Sultan Sulaiman, Adam Malik, Sisingamangaraja dan Abdul Haris Nasution yang semuanya mengandung kekusukan dan kepahlawanan.

Namun, menurut Sejarawan Unimed (Universita Negeri Medan) Phil Ichwan Azhari, pengusulan nama Bandara Kuala Namu dengan menggunakan simbol etnis atau kesukuan sangat tidak tepat.

Kepada Waspada Online, tadi malam Azhari mengatakan, dengan adanya penyebutan nama dengan menonjolkan identitas etnis dan suku bisa menjadi sumber konflik. Alasannya, kearifan Sumatera Utara selama ini telah terpelihara dengan nama-nama yang tidak berbau etnis atau nama-nama kepahlawanan. “Misalnya, USU, IAIN Sumut, Kodam Bukit Barisan, semuanya bukan menggunakan nama yang berbau etnis sehingga hal itu telah terbina,” ujarnya.

Walaupun daerah lain ada yang menyebut nama bandara seperti nama pahlawan atau suku, di Sumatera Utara itu tidak tepat karena beragamnya kultural yang hidup.

Sebelumnya, ketua tim penggodokan nama Bandara Kuala Namu yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Nurdin Lubis menyebutkan, pihaknya telah menerima sejumlah usulan nama dari berbagai pihak seperti ormas dan pemda. Sampai saat ini masih mengiventaris calon nama tersebut untuk selanjutkan akan diusulkan Gubernur Sumut kepada Kementerian Perhubungan atas persetujuan DPRD Sumut.

Sebab sesuai peraturan Kementerian Perhubungan, usulan nama bandara diserahkan kepada gubernur atas persetujuan DPRD setempat. Paling lambat, nama Bandara Kuala Namu akan diserahkan kepada Kemenhub, September mendatang.

source: waspada.co.id

No comments:

Post a Comment