Flag Counter

Tuesday, May 22, 2012

1.500 Orang Tergabung Dalam Tim Evakuasi Sukhoi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sebanyak 1.500 orang diterjunkan dalam tim evakuasi pencarian korban dan bangkai pesawat Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan dan jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5). Tim evakuasi terdiri dari  TNI, Polri, Basarnas, PMI, organisasi pecinta alam dan masyarakat setempat.

"Tim evakuasi pertama yang diterjunkan sebanyak 80 personil dan berhasil mendekati bangkai pesawat yang berada di dasar jurang. Saat ini, tim evakuasi berusaha turun ke jurang dengan mengenakan tali dan mencoba mencari jalur lain untuk mencapai bangkai pesawat," ujar Danrem Bogor, Kolonel TNI AD, AM Putranto yang juga bertidak sebagai komandan lapangan tim SARNAS, di Cipelang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5).

Putranto melanjutkan, pada pukul 06.00 WIB, pihaknya telah memberangkatkan dua tim evakuasi baru berjumlah 286 orang. Pada pukul  10.00 WIB, tim evakuasi berjumlah 130 orang kembali diberangkatkan mendaki guna bersiap-siap membuat sistem evakuasi estafet. Tim evakuasi dari udara juga diterjunkan untuk membantu droping logistik makanan, minuman dan mengangkut kelengkapan alat-alat yang dibutuhkan seperti tali, mesin pemotong pohon, golok, tandu, bambu, dan terpal.

"Kendalanya, faktor alam, hutan yang lebat dan jurang yang curam serta cuaca masih belum bersahabat. Kemungkinan besar evakuasi korban dimaksimalkan melalui darat,'' tutur Putranto. ''Kami harapkan evakuasi korban dapat diselesaikan hari ini," tegasnya.

Diungkapkan Putranto, tim evakuasi pertama yang diterjunkan, Kamis (10/5) berhasil melihat bangkai pesawat di dasar jurang kedalaman 250 meter di puncak Gunung Salak di ketinggian 2.066 meter dari permukaan laut. "Tim evakuasi hanya dapat melihat namun belum dapat mencapai bangkai pesawat," ungkapnya.

Pesawat buatan Rusia tersebut, lanjutnya telah menjadi puing-puing, walaupun juga terlihat beberapa bongkahan pesawat. "Namun korban belum satupun ditemukan," tegas Putranto.

source: republika.co.id

Dahlan : Garuda tak Beli Sukhoi, tapi Pesawat Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -— Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengatakan Garuda tidak membeli pesawat Sukhoi Superjet 100. Pernyataan ini disampaikan saat kunjunganya ke Kota Sukabumi, Jumat (11/5) pagi.

"Garuda tak membeli Sukhoi, tapi pesawat dari Kanada," terang Dahlan kepada wartawan, seusai acara senam sehat di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi. Pesawat Kanada tersebut belum datang ke Indonesia.

Menurut informasi yang diperolehnya, pabrik Sukhoi tengah memamerkan pesawatnya ke Indonesia. Ia sendiri tidak tahu menahu terkait perusahaan swasta yang tertarik membelinya. Namun, kata Dahlan, jenis pesawat dengan kelas 100 penumpang, baik Sukhoi maupun Bombardier memang sangat dibutuhkan. Jenis pesawat seperti ini nantinya jadi rebutan. "Belum tentu pesawatnya yang jelek," imbuh dia.

source: republika.co.id

Rusia Kirim Tim Bantu Investigasi Penyebab Kecelakaan Sukhoi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanovis, mengungkapkan pemerintah Rusia akan mendatangkan 78 tenaga ahli ke Indonesia. Tenaga ahli itu diharapkan bisa mengoptimalkan proses investigasi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak dinding Gunung Salak, Bogor.

''Akan ada dua pesawat dari Rusia. Pesawat pertama akan membawa 41 ahli dari Rusia malam nanti. Lalu pesawat kedua akan ada 37 orang besok,'' kata Alexander dalam jumpa pers di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (11/5).

Tenaga dari Rusia itu, kata Dubes, berdasarkan aturan bisa saja bekerja untuk masa waktu selama 12 tahun. ''Tetapi kita akan ambil langka dalam waktu yang lebih cepat,'' ujarnya melalui penerjemah.

Sementara itu terkait dengan kerjasama investigasi ini, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, menegaskan KNKT akan tetap ditunjuk sebagai pemimpin investigasi. ''Mereka anggota, kita tetap yang leading. Sehingga kita di sini didukung investigasinya,'' katanya.

Mengenai kotak hitam pesawat sukhoi, Mangindaan mengatakan, penelitiannya akan dilakukan di Indonesia. Tentunya, kata dia, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak Rusia. ''Memang nanti akan ada masalah bahasa tetapi kita akan pakai interpreter,'' katanya.

source: republika.co.id

Rusia-PT DI Awalnya Berencana Kerja Sama Komponen Sukhoi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ternyata tengah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak Rusia. Kerja sama ini dilakukan untuk memproduksi komponen dari pesawat Sukhoi Superjet 100.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden United Aviation Company Rusia, Michael Pogesyan dalam jumpa pers di bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (11/5) sore. ''Kita tidak hanya menjual tetapi juga melakukan kerja sama dengan PT DI di Bandung untuk memproduksi komponen Superjet 100,'' kata Pogesyan.

Sayangnya, sebelum kerja sama ini terealisasi sudah terjadi kecelakaan. Pesawat Sukhoi ini menabrak tebing Gunung Salak, Bogor. Dalam joy flight itu juga turut serta beberapa perwakilan dari PT DI. ''Kita berharap Rusia dan Indonesia bisa terus mengembangkan kerjasama ini,'' ujarnya.

source: republika.co.id

Menhub: 'Joy Flight' Sukhoi Sudah Lewati Prosedur Resmi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan joy flight yang dilakukan oleh pesawat Sukhoi Superjet 100 sudah memperoleh izin resmi dari pemerintah Indonesia. Perizinan itu dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, TNI AU, dan Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan.

Dalam jumpa pers di bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (11/5) sore, Mangindaan menjelaskan dari Kemenlu sudah mengeluarkan diplomatic clearence. Lalu dari TNI AU, ijin security clearence juga sudah dikantongi oleh pesawat Sukhoi.

Sedangkan dari Dirjen Perhubungan, sudah didapat Approval Flight. ''Prosedur ini sudah dilewati sehingga bisa dilaksanakan (joy flight),'' kata menteri.

Penegasan menhub ini disampaikan setelah sehari sebelumnya tersiar kabar jika joy flight yang dilakukan oleh Sukhoi Superjet 100 belum memperoleh izin.

Mengenai hasil informasi investigasi awal, Mangindaan mengatakan, hingga kini masih terus didalami oleh pihak KNKT. Selain itu, kata menhub, pihak Indonesia akan mendapatkan bantuan teknis dalam proses investigasi ini dari pemerintah Rusia.

Mangindaan menegaskan bahwa pemerintah Rusia telah berkomitmen untuk serius melakukan investigasi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat di wilayah Gunung Salak, Bogor. ''Rusia bersama kami akan serius untuk menangani peristiwa ini,'' ujarnya.

source: republika.co.id

Rusia Kirimkan 78 Tenaga Ahli Bantu Investigasi Sukhoi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Duta besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanovis, mengungkapkan pemerintah Rusia akan mendatangkan 78 tenaga ahli ke Indonesia. Tenaga ahli itu diharapkan bisa mengoptimalkan proses investigasi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak dinding Gunung Salak, Bogor.

''Akan ada dua pesawat dari Rusia. Pesawat pertama akan membawa 41 ahli dari Rusia malam nanti. Lalu pesawat kedua akan ada 37 orang besok,'' kata Alexander dalam jumpa pers di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (11/5).

Tenaga dari Rusia itu, kata Dubes, berdasarkan aturan bisa saja bekerja untuk masa waktu selama 12 tahun. ''Tetapi kita akan ambil langka dalam waktu yang lebih cepat,'' ujarnya melalui penerjemah.
Sementara itu terkait dengan kerjasama investigasi ini, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, menegaskan KNKT akan tetap ditunjuk sebagai pemimpin investigasi. ''Mereka anggota, kita tetap yang leading. Sehingga kita di sini didukung investigasinya,'' katanya.

Mengenai kotak hitam pesawat sukhoi, Mangindaan mengatakan, penelitiannya akan dilakukan di Indonesia. Tentunya, kata dia, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak Rusia.

''Memang nanti akan ada masalah bahasa tetapi kita akan pakai interpreter (penerjemah bahasa),'' katanya.

source: republika.co.id

Iron Maiden singer sets up aviation company

The Iron Maiden singer Bruce Dickinson is looking to bring thousands of tons of heavy metal and up to 1,000 new jobs to South Wales.

Mr Dickinson, a commercial airline pilot and established aviation entrepreneur, has set up Cardiff Aviation Limited, which will provide specialist services to the airline industry. The business will be based at St Athan Enterprise Zone in the Vale of Glamorgan, where it has leased 132,000 square feet of hangar space from the Welsh government.

It is expected the first clients will be announced later this month, and the first Boeing 747 simulator has been purchased and is due for delivery in June.

Mr Dickinson, whose band were the subject of the documentary film Flight 666, said: "A cautious projection is that we'd expect to create up to a thousand jobs within 18 months based on the level of interest and commitment from aircraft manufacturers and operators.

"South Wales has long had an association with the aircraft industry and I am delighted I am able to play a small part in the continuation of that tradition."

As well as providing maintenance for aircraft up to Boeing 767 size, the company will offer training packages and technical support services.

source: http://www.independent.co.uk

An Nakbah Jadi Patokan Timnas di Piala AFF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepak terjang tim nasional Indonesia di kejuaraan An Nakbah di Palestina akan jadi acuan untuk menentukan punggawa Garuda di ajang Piala AFF 2012 November mendatang. Jajaran pelatih akan mempertahankan sejumlah nama dari tim yang sukses menembus empat besar di An Nakbah itu. Namun kesempatan bagi pemain lain yang merumput di Liga Prima Indonesia dan Liga Super Indonesia tetap terbuka.

"Pemain yang turun di An Nakbah telah memperlihatkan perjuangan yang luar biasa. Mereka pantas mendapat kesempatan untuk terus mengasah diri di level internasional. Namun, kita akan terus menjaring lagi bakat-bakat potensial di sejumlah daerah untuk memperkuat tim di piala AFF," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin saat dihubungi Republika kemarin.

Menurut Djohar skuat timnas yang mengandalkan pemain muda harus terus diasah agar matang saat turun di Piala AFF. Pemain belia seperti Hendra Bayaw dan Yosua Pahabol akan menjadi kekuatan sendiri bagi tim Garuda di level Asia Tenggara. "Mereka bisa terus berkembang dan akan menjadi aset bagi sepak bola Indonesia kedepan," sebut Djohar.

Selain pemain muda, PSSI juga akan terus menunggu kehadiran pemain senior seperti Ahmad Bustomi, Firman Utina, dan Bambang Pamungkas untuk melengkapi skuat Piala AFF. Dengan gabungan pemain senior dan muda, Djohar yakin tim Garuda punya peluang untuk merebut titel AFF yang pertama.

Namun Djohar menggarisbawahi, penetapan skuat Merah Putih akan diserahkan sepenuhnya pada pelatih Nil Maizar. Eks pelatih Semen Padang itulah yang memutuskan, apakah tim yang turun di An Nakbah akan tetap dipertahankan secara utuh atau dirombak sesuai kebutuhan. "Kita tidak akan mencampuri tugas pelatih. Karena pelatih memiliki kewenangan untuk menentukan siapa pemain yang akan dibawa nanti ke piala AFF," imbuhnya.

Skuat timnas yang turun di An Nakbah didominasi sejumlah muka baru seperti Hamdi Hamzah, Endra Prasetya, Wahyu Tri Nugroho, dan Hendra Bayaw. Di luar nama yang turun di An Nakbah masih terdapat sederet pemain yang berpotensi dipanggil memperkuat tim piala AFF. Ferdinand Sinaga, Abdul Rahman, Vendry Mofu, Gunawan Dwi Cahyo, serta Andik Vermansyah menjadi sejumlah kandidat yang diprediksi akan melengkapi skuat Piala AFF.

Pemain asal LSI, diakui Djohar, masih ditunggu kehadirannya. "Sekarang sudah ada lagi istilah pemain IPL dan LSI. Semua pemain Indonesia berhak bersaing untuk memperkuat timnas di Piala AFF," kata dia.

Sepanjang persiapan jelang turun di Piala AFF, langkah timnas tidak terlalu mulus. Tim Garuda mencatat kekalahan memalukan 0-10 di pra Piala Dunia melawan Bahrain. Sedang di An Nakbah, Irfan Bachdim cs mencatat kemenangan perdana di tahun 2012 melawan Mauritania 2-0, dan imbang 1-1 melawan Kurdistan.

Di pihak lain, para pesaing Indonesia di Piala AFF telah mempersiapkan diri secara serius. Juara bertahan Malaysia jadi ancaman utama timnas di AFF telah melakoni tiga uji coba yakni imbang 1-1 dan kalah 2-3 dari India serta imbang 1-1 melawan Filipina. Sementara itu, Thailand yang akan menurunkan tim terbaiknya, diprediksi akan jadi kekuatan terberat bagi setiap tim di Piala AFF.

Pasalnya, tim Thailand akan bermain di kandang sendiri. Tim Gajah Putih senior juga berambisi membalaskan paceklik gelarnya sejak 2007 lalu, yang merupakan kali terakhir sepak bola mereka meraih juara, setelah puluhan tahun mendominasi sepak bola Asia Tenggara.

Ancaman lain bagi timnas hadir dari Filipina yang diperkuat sejumlah pemain naturalisasi. Sepanjang tahun 2012, Filipina melakoni sejumlah laga kompetititd internasional di antaranya melawan Malaysia 1-1, kalah lawan Korea Utara 0-2, menang (2-0) melawan Tajikistan, Palestina (4-3), dan India (2-0), serta kalah 1-2 dari Turkmenistan.

source: republika.co.id

Sukhoi Belum Pastikan Ada Sabotase

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Sukhoi belum dapat memastikan, apakah sabotase yang menyebabkan pesawat Sukhoi Superjet 100 menubruk lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5) kemarin. Indrajarni, Konsultan PT Trimarga Rekatama, representasi Sukhoi di Indonesia, mengungkapkan, Sukhoi akan menyelidiki apakah jatuhnya pesawat Sukhoi disebabkan technical error atau human error.

"Apakah ada sabotase, itu pembahasan selanjutnya. Harus ada data yang dibaca dari blackbox," ungkap Indra saat dihubungi Republika di Jakarta, Jumat (11/5).

Karena itu, Indra mengungkapkan Sukhoi dan KNKT Rusia akan berkoordinasi dengan KNKT Indonesia. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi.

Indra pun mengaku belum mendapat data apa pun dari Air Trafic Control Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta yang merekam kontak terakhir antara pesawat dengan induk. Seperti diketahui, kontak terakhir tersebut menggambarkan pilot mengirim report untuk turun dari ketinggian 10 ribu ke enam ribu kaki. Pihak Bandara Halim Perdana Kusuma menyatakan, kontak itu direkam di Air Trafic Report dan black box pesawat.

Terkait manifest penumpang, Indra menjelaskan Sukhoi memastikan terdapat 45 orang yang ada dalam pesawat. Dari 45 tersebut, 41 orang penumpang dan empat kru. "Di antara 41 penumpang, empat di antaranya merupakan penumpang asal Rusia yang berasal dari Sukhoi," ujarnya.

source: republika.co.id

ATC, Penyebab Terbanyak Kecelakaan Pesawat

REPUBLIKA.CO.ID, KUTA - Kesalahan Air Traffic Control (ATC) menjadi penyebab dominan kecelakaan pesawat terbang di Indonesia. Berdasarkan data Garuda Indonesia dalam Regional Runway Safety Seminar, dari tahun 2009 hingga 2012 ATC menjadi penyebab insiden dan kecelakaan pesawat hingga 62 persen.

"Ini banyak terjadi di penerbangan domestik," kata Vice President Safety, Security and Environment Garuda Capt Novianto Herupratomo dalam makalahnya, yang didapat Republika, Selasa (22/5). Selain ATC, desain landasan pacu dan pilot juga menjadi penyebab lainnya.

Landasan pacu misalnya berkomposisi hingga 28 persen. Sementara insiden dan kecelakaan yang disebabkan pilot hanya 10 persen.

Khusus untuk Indonesia Timur, desain landasan pacu justru jadi faktor paling mendominasi kecelakaan pesawat terjadi. Berdasarkan data yang sama Novianto membeberkan landasan pacu mendominasi hingga 32 persen.

Disusul ATC sebanyak 28 persen dan gangguan akibat kemunculan hewan, manusia serta kendaraan melintas sebanyak 21 persen. Sedangkan kesalahan pilot dan cuaca masing-masing sebesar 12 persen dan tujuh persen.

"Wilayah Timur Indonesia memang memiliki risiko lebih tinggi akibat landasan pacu yang harus mengikuti kontur di pegunungan," katanya. Selain itu, sejumlah landasan juga tidak memiliki peralatan yang memadai.

source: republika.co.id

Julio Cesar Batal ke Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Inter Milan sudah mengumumkan 20 nama untuk mengikuti tur ke Indonesia tengah pekan ini. Namun, kiper utama I Nerazzurri, Julio Cesar, dikabarkan tidak bisa mengikuti rangkaian tur ini.

Sebelumnya, Pelatih Inter, Andrea Stramaccioni memasukkan nama Cesar dalam 20 nama skuat La Beneamata yang akan terbang ke Indonesia. Namun, Football Italia melansir, kiper asal Brazil itu memilih untuk tetap berada di Kota Milan. Cesar batal mengikuti tur karena kondisinya sedang tidak fit.

"Pemain Amerika Latin ini tengah berjuang mengatasi permasalahan pada sikutnya beberapa bulan ke belakang dan ia diputuskan untuk tetap berada di La Pinetina untuk menjalani perawatan," berikut dilansir Football Italia, Selasa (22/5).

Keputusan ini, para Internisti Indonesia akan melewatkan aksi Cesar di laga persahabatan melawan tim Liga Selection dan timnas U-23. Sebagai pengganti Cesar, Stramaccioni telah menyiapkan tim Primavera Inter, Raffaele Di Gennaro. Kiper muda ini akan mengenakan nomor 91. Sang pelatih tentu ingin memberikan kesempatan bagi Di Gennaro untuk bermain bersama skuat senior. Meskipun itu dalam laga persahabatan.

source: republika.co.id

VivaColombia to launch operations on 25 May

Start-up low-cost carrier VivaColombia will launch its inaugural commercial flights on 25 May, and plans to operate to up to six domestic destinations in its first month of operations.
Based in Colombia's second largest city of Medellin, VivaColombia will begin flights to Bogota, Cartagena and Cali on its first day of operations, says the airline's chief executive Frederik Jacobsen.
The carrier will start operations with a fleet of three Airbus A320 aircraft and aims to add a fourth in June and a fifth aircraft between July and October, he adds.
Despite planning to start flights in a few days, VivaColombia has not started selling tickets because it is still awaiting final certification from the Colombian civil aviation authority to do so, says Jacobsen. He expects this to be issued on 22 May or 23 May.
"We don't forsee it will be after the end of May... The aircraft is ready and our crews are ready," he adds.
VivaColombia has already received regulatory approval to operate on 32 domestic routes covering 18 destinations in its first year of operations.
Besides Bogota, Cartagena and Cali, the airline plans to operate to Barranquilla and Bucaramanga in its first month of operations, says Jacobsen. The carrier will add flights to Apartado, Monteria, San Andres and Pereira later in the year.
VivaColombia also plans to launch international flights in its first 12 months of operations to destinations in Central and South America. Jacobsen declines to name specific destinations.
The airline's first five A320s, built between 2000 and 2004, are being acquired on operating leases of six years each. Jacobsen says the airline has yet to decide on further aircraft acquisitions for 2013, adding that the carrier wants to ensure that its existing fleet is being utilised fully before it announces more additions.
VivaColombia is being set up with an initial capital of more than $15 million by shareholders Irelandia, the investment arm of Ireland's Ryan family, Mexican ground transportation company IAMSA, Colombian conglomerate Grupo Bolivar and Grupo FAST, which is led by former Avianca president Juan Emilio Posada. IAMSA and the Ryan family also hold stakes in Mexican low-cost carrier VivaAerobus.

source: flightglobal.com

Russian Sukhoi team arrives in Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) investigation team from Russia has arrived in Jakarta to examine the cause of the crash. There are several analysts from Russian Ministry of Industry and Trade, Interstate Aviation Committee, United Aircraft Corporation, and Sukhoi Civil Aircrafts, the team will actively involve with Indonesian government to conduct the investigation.
Russian Embassy to Jakarta has also opened the crisis center to monitor the development of the evacuation. According to the press release issued by Russian Embassy, the plane carried 45 passengers, including eight cabin crews.

President Susilo Bambang Yudhoyono accompanied by the First Lady Ani Yudhoyono and a number of ministers visited Sukhoi post in Lanud Halim Perdana Kusuma on Friday morning. He delivered his condolences to the family of the victims and encouraged them to be optimistic.

The wreckage of Sukhoi is seen in 250 deep foothills in Mount Salak at the height of 2,066 meters above the sea level. “The evacuation team has not yet reached the wreckage,” Indonesian National Army Col AM Putranto, said in Cipelang, Bogor, West Java.

The rescue is hampered by some factors, such as dense forest and steep cliff. “We hope the evacuation can be done today,” he added.

source: republika.co.id

Indonesia Seeks License for Direct Flights to US Destinations

The Indonesian government wants to obtain the license needed for direct flights to the United States, Deputy Minister of Transportation Bambang Susantono said on Monday.

Speaking in Denpasar, Bali, Bambang was quoted by state news agency Antara saying the government was hoping to obtain the license by 2013.

“When the Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013 takes place, Indonesia is expected to already have a license for direct flights to the United States,” he said.

He said a team from the Federal Aviation Association (FAA) is scheduled to visit Indonesia in September to inspect the country’s aviation facilities, infrastructure and human resources.

The minister expressed hope that the validation process would have a positive result, so Indonesia would have the opportunity to open direct flights to the US.

Indonesia currently does not have any direct flights to the United States, travelers must transit through another country.

source: http://www.thejakartaglobe.com

Dahlan Says Indonesia's Merpati Should be Audited

Following accusations that something was amiss with his sudden removal of Merpati Nusantara Airline’s president director, State Enterprises Minister Dahlan Iskan said on Tuesday that the Supreme Audit Agency (BPK) should audit the airline to ensure transparency.

“It would be good if Merpati is audited so that the problem can be addressed,” Dahlan said after a meeting of his ministry’s top brass, as quoted by the Antara news agency as saying.

On May 14, Dahlan announced that Rudy Setyopurnomo, the former president director of Indonesia Airlines, would replace Sardjono Jhony Tjitrokusumo as head of Merpati.

That spurred a group of Merpati employees said they would go to BPK to seek an audit of the company.

His comment came after some Merpati employees announced they would go to the BPK to seek an audit of the company.

The critics said the change in the company’s leadership was, according to a former Merpati corporate planning chief Erry Wardhana, “sudden, not transparent and seems to give the image that the shareholders are hiding something.’

Shortly after his appointment, Rudy said Merpati was losing up to Rp 3 billion ($324,000) per day.

Dahlan said he would give Rudy a free hand with Merpati.

“He [Rudy] knows what has to be done,” Dahlan said. “If it is said there is a Rp 3 billion loss per day, then this should be cleared.”

“Technically, Merpati is an unhealthy corporation,” Dahlan added. “It has a lot of debt.”

Replacing Sardjono with Rudy might help solve Merpati’s problems, but they might not, Dahlan said.

“I am not convinced the president director of Merpati can overcome [the problems],” Dahlan said. “I am also not convinced Merpati can become much better.”

Rudy would have six months to show an improvement, Dahlan said. The airline would receive no more capital injections, he added.

“Merpati has been injected with hundreds of billions [of rupiah]. Do the people want their money be used for Merpati?” he said, according to Antara.

source: http://www.thejakartaglobe.com

Kuartal I Raih Laba, Garuda Catat Sejarah

Garuda mengaku selama ini perusahaan senantiasa mencetak rugi untuk kinerja kuartal I-2012

 

VIVAnews - Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk, untuk pertama kalinya mencatatkan laba bersih pada kuartal pertama. Jika sebelumnya, Garuda selalu merugi selama tiga bulan pertama, kini perusahaan pelat merah itu meraup laba US$4,9 juta atau setara Rp44,1 miliar (kurs Rp9.000 per dolar AS).

Setahun sebelumnya, Garuda Indonesia membukukan rugi bersih untuk kuartal pertama hingga US$19,34 juta atau Rp174,06 miliar.

Dalam keterangan tertulis yang diperoleh VIVAnews, Senin, 30 April 2012, disebutkan, pendapatan Garuda selama kuartal I-2012 mencapai US$717,45 juta atau setara Rp6,46 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 23 persen dibandingkan periode sama setahun lalu.

Manajemen Garuda mengungkapkan, kinerja positif perusahaan selama tiga bulan pertama 2012 itu tercapai lewat berbagai langkah efisiensi dan ekspansi operasional perusahaan. Sebagai informasi, Garuda mencanangkan program Quantum Leap hingga 2015, di antaranya dengan mendatangkan sejumlah armada baru.

Namun, Garuda mengakui, kontribusi utama pendapatan perusahaan selama kuartal I-2012 berasal dari peningkatan jumlah penumpang domestik sebesar 23,01 persen yaitu sebanyak 3.195.996 orang. Peningkatan penumpang internasional juga meningkat 18,05 persen menjadi 834.492 orang.

Selama kuartal I-2012, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia (domestik dan internasional) juga meningkat sebesar 23 persen dari 28.952 penerbangan pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 35.144 penerbangan pada periode sama 2012.
Dengan kondisi tersebut, isian penumpang atau seat load factor (SLF) Garuda Indonesia selama kuartal I-2012 meningkat 1,53 persen menjadi 72,79 persen, dari 71,69 persen pada periode sama tahun lalu. Sementara itu, peningkatan utilisasi pesawat juga naik 6,13 persen menjadi 10,41 jam.
Selama periode Januari–Februari 2012, manajemen Garuda mengungkapkan pasar penumpang pesawat udara domestik tumbuh sebesar 15,6 persen. Namun, untuk Garuda Indonesia, perusahaan mengklaim pertumbuhan pasar penumpang mereka meningkat sebesar 25,5 persen, lebih tinggi dari peningkatan maskapai lainnya yang rata–rata sebesar 11,7 persen.

Sementara itu, penumpang pesawat udara internasional pada pariode Januari–Februari 2012 tumbuh sebesar 14,2 persen. Pasar Garuda Indonesia berhasil naik sebesar 22 persen di atas rata-rata maskapai lainnya yang sebesar 12,1 persen. (art)

source: vivanews.com

Ditawari Sukhoi, Garuda Setia pada Boeing

Selain Boeing, Garuda juga memesan pesawat dari Airbus.

 

VIVAnews - PT Garuda Indonesia Tbk mengakui tak berminat membeli pesawat komersial produksi Rusia yaitu Sukhoi Superjet 100. Alasannya, perusahaan pelat merah tersebut sudah memiliki pesawat dari Airbus dan Boeing.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengungkapkan, perusahaan memang pernah mendapatkan tawaran untuk membeli Sukhoi. Namun, penawaran tersebut ditolak oleh perusahaan.
"Waktu itu ditawarkan, tapi kami bilang tidak, karena sudah punya armada sendiri," kata Emirsyah, di Jakarta, Selasa 22 Mei 2012.

Emirsyah menjelaskan, penawaran armada dari sebuah produsen pesawat terbang ke perusahaan penerbangan biasanya terjadi saat acara-acara Airshow. Hal itu pula yang dialami oleh maskapai Garuda Indonesia.
"Selalu ada kalau di Airshow, itu kan biasa ditawari. Seperti kemarin, kami dapat tawaran dari Mitsubishi, jet, banyak," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengatakan maskapai penerbangan milik pemerintah tidak akan menambah armada dengan membelinya dari produsen Rusia.
Saat ini, Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines diketahui telah memesan sejumlah armada baru dari produsen di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. Merpati tercatat memesan pesawat tipe menengah jenis MA-60 dari Xi'an Aircraft.
Kuasi Reorganisasi
Pada kesempatan tersebut, Emirsyah juga mengatakan, perusahaan tetap menargetkan kuasi reorganisasi dapat dilakukan pada pertengahan tahun ini. "Juni kan kami RUPS, untuk minta persetujuan itu. Masih sesuai jadwal lah," ujarnya.

Jika dapat dilaksanakan tahun ini, Garuda berjanji akan membagikan dividen tahun depan yang berasal dari kinerja 2012. "Kalau tahun ini kan sudah lewat. Jadi, dari tahun buku 2011 tidak ada dividen," tegasnya. (art)

source: vivanews.com

 

Muncul Isu Tragedi Sukhoi Akibat Sabotase Bisnis

TEMPO.CO, Jakarta -- Malapetaka Sukhoi Superjet 100 diduga bukan kejadiaan nahas semata. Sejumlah media luar negeri menganalisis ada sabotase terhadap Sukhoi pada saat joy flight, Rabu, 9 Mei 2012. Akibatnya, kapal itu menubruk tebing Gunung Salak dan menewaskan ke-45 penumpangnya.

Misalnya saja Russia & India Report. Dalam situs itu, analis Rakesh Krishnan Simha menuliskan Sukhoi Superjet 100 bukan sekadar pesawat uji coba. Kapal produksi 2009 itu telah dipesan sebanyak 300 buah oleh perusahaan penerbangan Armenia Armavia dan Aeroflot.

"Karenanya, tidak ada alasan untuk meragukan kelaikan dan keandalan Sukhoi," tulis Simha, 12 Mei 2012.

Simha juga menampik dugaan kesalahan manusia, baik dari sisi pilot Aleksandr Yablontsev atau pengawas menara Air Traffic Controller Bandara Soekarno-Hatta. Sebab Yablontsev turut campur dalam pengembangan Sukhoi. Sedangkan pengawas ATC telah memandu Superjet selama melayang, meski terhambat daerah pegunungan yang rumit.

"Jadi kita tak dapat menuduh kalau pengendali ATC salah membimbing Sukhoi hingga menabrak gunung," ujarnya.

Rusia mulai mengembangkan Superjet sejak tahun 2000. Sebagai proyek utama Moskow, Sukhoi ditujukan merebut pasar penerbangan dunia, melawan Boeing atau Airbus. Bahkan Superjet 100 berani menawarkan dirinya US$ 30 juta atau Rp 277 miliar lebih murah dari Embraer dan Bombadier, saingannya.

Selama ini, pasar pesawat di negara berkembang telah dikuasai perusahaan manufaktur penerbangan Amerika. Mereka tidak punya banyak saingan pada pangsa ini. Kedatangan Rusia dengan kapal terbarunya membuat Amerika memiliki musuh baru. "Terkadang kondisi itu menciptakan pertarungan yang membuat atmosfer bisnis berubah jelek," ujarnya.

Analisis tak jauh beda dicetuskan Wayne MADSEN di situs Strategic Culture Foundation. Wayne menganggap masuknya Superjet 100 ke pasar penerbangan telah menguntungkan Indonesia. Tapi, di sisi lain, keberadaannya mengancam bisnis Boeing. Apalagi sebelumnya Barack Obama menandatangani kesepakatan dengan Indonesia untuk menjual 230 pesawat Boeing ke Lion Air dengan jaminan pinjaman US$ 22 miliar (Rp 203 triliun).

"Karenanya, ada kemungkinan Amerika tidak ragu melakukan sabotase industri pesaingnya, terutama pada saat masuk ke Asia," ujar Wayne.

source: tempo.co

EADS and ST Aero finalise A330 conversion agreement

EADS and ST Aerospace have signed an agreement formalising their launch of an Airbus A330 passenger-to-freighter conversion programme.
Under the agreement, ST Aero will pay €110.5 million ($142 million) to subscribe to new shares in EADS EFW, the Dresden-based company that is also the main EADS passenger aircraft conversion facility.
This will give the Singapore-headquartered firm a 35% stake in EADS EFW, while EADS will hold the remaining 65%. EADS has an option to buy ST Aero's stake, and this can be triggered during the engineering development phase of the programme.
As part of the agreement, the EADS EFW facility in Dresden will also become ST Aero's European maintenance, repair and overhaul (MRO) centre. This "fills a gap" in its global airframe MRO footprint, says ST Aero.

airteam images
© AirTeamImages.com
Plans for the conversion programme were first announced at the Singapore air show in February and further details of how the two companies will divide up the work has been revealed.
The engineering development phase is likely to begin by the end of 2012 and ST Aero will be the programme and technical lead at this stage, say the two companies. EADS EFW will drive sales and marketing activities, and lead the industrialisation phase.
"The larger A330-300P2F will be particularly suitable for integrators and express carriers thanks to its high volumetric payload capability with lower-density cargo," says ST Aero. "Complementing this will be the A330-200P2F, which will be optimised for higher-density freight and longer-range performance."
The conversions will mainly take place at in Dresden and the rest will take place at a ST Aero facility that will be decided at a later stage. ST Aero performs passenger-to-freighter conversions in the USA and Singapore, and also has a significant MRO presence in China.
Marketing efforts are underway and talks have begun with several potential launch customers, says a ST Aero spokeswoman.
Qatar Airways chief executive Akbar al-Baker confirmed last week that his airline is in talks with EFW about possibly converting some of its large fleet of A330 passenger aircraft into freighters. The airline, however, is also talking to Boeing about a potential passenger-to-freight conversion deal for 777-200s even though it does not operate the aircraft type.

source: flightglobal.com

Hasty taxi for take-off led Air Berlin 737 to exit runway

Excessive taxiing speed and disregard for standard procedures caused an Air Berlin Boeing 737-800 (D-ABKA) to slide off the runway during line-up in snowy conditions at Nuremberg airport in January 2010.
German air accident investigation bureau BFU determined that the pilots attempted a rolling take-off even though the manufacturer's manual did not permit such manoeuvres in the prevailing subzero temperatures.
None of the 125 passengers and six crew members was injured during the serious incident, but the aircraft sustained minor damage.
During taxi, the tower had instructed the pilots to line up on runway 10 and, seconds later, issued take-off clearance.
When the aircraft entered the runway at 12kt (22km/h) ground speed, it needed to make an 80° right turn. But Air Berlin's operating manual mandates pilots to make turns greater than 75° at a maximum speed of 10kt.
The surface was covered with a thin layer of snow, and the pilots had been informed of "medium" braking action. While turning onto the runway, the pilot advanced the throttles to around 43% N1 even though Boeing stipulates to do so only once lined up.
The accelerating aircraft crossed the runway centreline with both main landing-gear, with the pilot trying to return to the middle by steering the nose wheel right. This caused the 737 to veer to a maximum 120° heading, travelling at up to 19kt.
The pilot then tried to steer to the left but the aircraft no longer responded. He reduced the throttle to idle and the aircraft came to a stop 150m (490ft) from the runway threshold, with the nose and right main wheels sunk into the ground.
BFU concluded that "due to the recorded speeds and early thrust increase on the snow-covered ground, the crew had to anticipate that the aircraft could potentially slide".

source: flightglobal.com

Qantas cuts 500 jobs in heavy maintenance restructuring

Qantas Airways hopes to save A$70-100 million ($68-98 million) annually through the restructuring of its heavy aircraft maintenance and engineering operations in Australia.
Under the restructuring, the carrier will close its maintenance operations for Boeing 737 aircraft at Melbourne's Tullamarine Airport, resulting in 422 layoffs, Qantas said in a statement. The Tullamarine line maintenance operation will remain open, however, and continue to employ 300.
The 737 work will be moved to Brisbane, where Qantas maintains its Airbus A330 and 767 aircraft.
The carrier's Avalon base near Geelong will continue to support the carrier's 747 fleet, but 113 jobs will be shed owing to reductions in the use of this type. Avalon will also do some maintenance work on 737s and 767s, as well as aircraft reconfiguration work and one-off maintenance tasks.
One-time costs associated with the restructuring will amount to A$50 million. The carrier's A380 aircraft undergo heavy maintenance overseas.
The Tullamarine closure is not unexpected. In April, Qantas chief executive Alan Joyce told Flightglobal that the carrier was planning a major overhaul of its maintenance operations, with details to be announced this month.
"The restructure is necessary as there is currently not enough heavy maintenance work required for three separate facilities and the introduction of new technology and modern aircraft means there will be a further 60% reduction in heavy maintenance requirements over the next seven years," says the carrier.
Joyce says Qantas is the only carrier to conduct heavy maintenance at its own facilities in Australia, which means its heavy maintenance cost base is 30% higher than its competitors.
"We must close this gap to secure Qantas' future viability and success," says Joyce.
"Qantas has invested heavily over the past 10 years in new aircraft that are more advanced, more efficient, attractive to our customers and require less maintenance, less often," says Joyce. "But we cannot take advantage of this new generation of aircraft if we continue to do heavy maintenance in the same way we did 10 years ago."

source: flightglobal.com

A340 zoom-climb inquiry backs shock tactics

French investigators are advising that simulator training should incorporate shock effects after a pilot's startled reflex reaction to an overspeed alarm sent an Air France Airbus A340-300 into a rapid climb, unnoticed by the crew.
The A340 reached climb rates of 5,700ft/min (30m/s), powering from its assigned transatlantic cruise level of 35,000ft (10,700m) to a maximum altitude of 38,000ft as the first officer - the non-flying pilot - reacted to the sudden alarm with a nose-up input to the side-stick.
French investigation agency Bureau d'Enquetes et d'Analyses found the aircraft, operating Caracas-Paris last 22 July, drifted into a turbulent region of convective weather because the weather radar setting had "not been optimal".
The A340 (F-GLZU) had been cruising at M0.83 northeast of Guadeloupe but a wind gust triggered an overspeed warning as the aircraft's airspeed rose to Mach 0.87. Reflexively, the first officer disconnected the autopilot using the side-stick button and pulled back on the stick for 6s.
"The [pilot] indicated that he did not remember these actions," says the BEA, which points out that it reconstructed the incident through flight-data recorder information because the cockpit-voice recorder was overwritten.
Although the overspeed alarm stopped after only a few seconds, it masked a separate warning that the autopilot had disconnected. The crew also could not remember hearing an altitude warning, which signals deviation of 200ft from an assigned level, as the aircraft - climbing at 1,950ft/min - passed through 35,200ft. The BEA says the effect of surprise on human memory "probably contributed" to the crew's failure to recall the altitude warning.
Unaware the autopilot was not activated and that the A340 was climbing, the crew selected various Mach settings. The pitch increased and, as the aircraft's Mach speed fell, the crew selected M0.93.
The aircraft soared to a climb rate of 5,700ft/min and exceeded 38,000ft before the captain realised, with surprise, how high the A340 was flying. Its airspeed had fallen to M0.66 and was displayed as 226kt, 19kt below the minimum selectable speed.
Only as the pilots queried how to return the aircraft to its 35,000ft cruise level did they begin to realise the autopilot was not active, nearly 90s after its disconnection.
The BEA says the crew missed several visual cues pointing to the A340's attitude and position, including the nose-up pitch of 12˚, the high climb rate, the excessive altitude, and instrument panel signals that the autopilot was off.
Without the cockpit-voice information, however, the inquiry was unable to explain the lack of monitoring of these parameters.
However, it states that long-haul flights are routinely calm and that an unexpected alarm can generate a "startle effect", a temporary period of stress which sparks instinctive reactions and motor responses.
These basic reflexes might bring the wrong response to an alarm and be "difficult to correct" under pressured circumstances. The inquiry highlights that the crew engaged in low-priority actions - such as visual observation of the weather, and making a passenger announcement - to the "detriment" of monitoring crucial aircraft parameters.
The A340's captain had logged more than 3,000h on type, while the first officer had over 2,400h.
"Recent studies show that the effect of surprise is the subject of little, or no, simulator training," says the BEA. It is recommending to the European Aviation Safety Agency that surprise effects be introduced to training scenarios to help pilots react to them and work under stress.
Investigators have also advised that aircraft autopilot disconnection alarms be brought into line with current certification requirements, after pointing out that the A340's disconnection alert, designed to an earlier standard, only sounded for 1.5s.

source: flightglobal.com

Monday, May 21, 2012

Merpati may cancel plans for ARJ21s and Sukhoi Superjet

Indonesia's Merpati Nusantara Airlines could cancel plans to acquire 40 Commercial Aircraft Corporation of China's (Comac's) ARJ21 and 10 Sukhoi Superjet 100 regional jets.
This comes after the state-owned carrier's new president-director Rudy Setyopurnomo mandated that all new aircraft purchases will be on hold until load factor hits 90%, says a Merpati spokesman.
He adds that he is "not sure what will happen" with regard to the plans for the ARJ21.
Merpati signed a memorandum of understanding with AVIC International for 40 ARJ21s at the Singapore air show in February, and was due to firm that up in the next two years.
More than 200 ARJ21s have been ordered, mostly by Chinese airlines and leasing companies. Merpati was the first big potential foreign customer, with Lao Airlines and Myanmar Airways planning to buy two aircraft each.
The aircraft was due to be delivered to launch customer Chengdu Airlines in December 2011, but that has been pushed back by at least a year because of delays in the certification process.
Merpati's plans for the Superjet 100 were mainly cancelled as a result of the directive, but it was also affected by the 9 May crash off Jakarta of one aircraft that was on a demonstration flight.
"Sukhoi was very good for us to fly to small cities because it is also suitable for the runways. But now, the order plans are cancelled," he says.
Last week, the country's ministry of state-owned enterprises appointed Setyopurnomo after firing his predecessor after the carrier posted losses of Rp750 billion ($82.5 million) in 2011. It also received an Rp516 billion equity infusion from the government last year to repay part of its debt, reduce cash flow deficit and improve its competitiveness.
The carrier has faced intense competition in recent years from privately-owned airlines that have grown rapidly. To cope, it has tried to shift its focus to operating feeder services in the remote eastern regions of the country.

source: flightglobal.com

Sukhoi Superjet cockpit voice recorder to remain in Indonesia

The cockpit voice recorder of the Sukhoi Superjet 100 that crashed last week in a mountain south of Jakarta will remain in Indonesia for analysis, as will the flight data recorder if it is found.
Russian experts will be on hand, however, to assist Indonesian investigators, particularly with any conversations in the Russian language that may be found on the voice recorder, Indonesia's transport ministry said in a statement.
Because the accident occurred in Indonesia, the investigation is the sole responsibility of the National Transportation Safety Committee, with a team from Russia acting in a witness capacity.
Of the two recorders, only the voice recorder has been recovered from the crash site on Mount Salak, while the search continues for the data recorder. Although the recorders were located in close proximity in the tail of the aircraft, the ministry said the power of the aircraft's impact with the mountain side likely separated the two, possibly by a large distance.
The crash recorder is in an "acceptable state", although its ceramic housing was burned, adds the ministry. A new housing will be brought from Russia, which will allow the recorder's contents to be downloaded. At present, the recorder is wrapped in plastic to prevent static interference.
The statement counters media reports on 16 May 2012 that suggested the recorders would be returned to Russia.

source: flightglobal.com

Belajar dari Tragedi Sukhoi, Simpan Data Gigi

TEMPO.CO, Jakarta -Komisaris Besar Triawan Marsudi, Kepala Laboratorium dan Klinik Odontologi Kepolisian, sekaligus Sub Tim Odontologi Forensik Disaster Victim Identification, menyarankan masyarakat memiliki data rekam gigi yang baik.

"Selengkap mungkin ada data ante mortem gigi. Simpan rontgen foto gigi dengan baik," katanya di Rumah Sakit Kepolisian Pusat Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat 18 Mei 2012.

Gigi merupakan unsur identifikasi primer. Data panoramic gigi memudahkan dalam identifikasi seseorang. Triawan menjelaskan, gigi setiap orang memiliki ciri khas. "Ada bentuknya yang khas." Dari gigi seseorang, "Bisa kita ketahui rasnya. Antara ras tertentu berbeda."

Contoh teranyar dalam identifikasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100. Korban pertama dapat diidentifikasi karena mempunyai data panoramic gigi yang baik. Dengan teknik dental radiologi, data rekam gigi semasa hidup dapat diperiksa kecocokannya dengan data post mortem.

Triawan mengimbau para dokter gigi tidak hanya mengecek sakit pasien. "Setiap pemeriksaan jangan cuma tanya sakitnya apa, tapi lakukan pemeriksaan data rekam medis gigi selengkap-lengkapnya," ia menyarankan.

Jika sewaktu-waktu ada bencana, penelitian identitas korban dapat lebih mudah lewat rekonstruksi gigi. Kewarganegaraan seseorang juga dapat dipastikan lewat gigi. Ia menyayangkan, masyarakat Indonesia umumnya kurang memandang penting gigi.

"Ada anggapan, gigi jauh dari nyawa," ujar Triawan. Kedua, biaya dokter gigi mahal. Ketiga, "Malas bolak-balik dokter gigi." Belajar dari musibah Sukhoi, ia mengajak masyarakat lebih peduli gigi.

source: tempo.co

Approval paves way for winglets on 767-300ER freighters

Boeing 767-300ERs with Aviation Partners Boeing (APB) winglets are now "viable candidates" for conversion to freighters under a US Federal Aviation Administration (FAA) approval announced on 17 May.
According to APB, developers of blended winglets for a wide variety of Boeing aircraft along with Aviation Partners Incorporated, the approval demonstrates "compatibility for installing blended winglets" on a Boeing 767 converted freighter (BCF).
"The development assures that Boeing 767-300ERs with blended winglets are viable candidates for future conversions to freighters by Boeing," says APB.
Priced at $2.26 million, not including installation, the GKN-built composite material blended winglets for the 767-300ER can cut fuel burn by up to 5.4% at cruise. The installation package adds 1,354kg (2,984lb) to the weight of the aircraft, but increases payload capability by as much as 7,412kg.
"Blended winglet technology installed on a Boeing 767-300ER/F/BCF reduces fuel burn by up to 500,000 gallons per aircraft per year while reducing carbon dioxide emissions by over 5,000 tons per year," says Boeing. "Blended winglets can also extend the range of a Boeing 767-300ER/F/BCF by as much as [320nm], or increase the payload of the aircraft by as much as [7,257kg]."
Boeing and APB, in addition to collaboration and data sharing, separately invested in design changes for the blended winglet and the 767-300ER BCF, respectively, "to assure compatibility and bring the unique solution to market", the companies say.
APB says it has taken firm orders and options for 379 Boeing 767-300ER/F/BCF blended winglet systems.
The company estimates that its blended winglets, now flying on more than 4,400 Boeing aircraft, have saved airlines worldwide more than 3.1 billion gallons of fuel to date. The 767-300ER winglets received FAA certification in 2009.

source: flightglobal.com

Crashed Agni Air Dornier 228 recorders recovered

Search teams have recovered the cockpit voice recorder and the flight data recorder of the Agni Air Dornier 228-200 turboprop that crashed in northwest Nepal on 14 May.
They will be passed to the Civil Aviation Authority of Nepal, which is setting up a committee to lead the investigation on the crash, says a police spokesman from Nepal.
It is not clear whether the recorders will be sent overseas for analysis.
The aircraft, registration number 9N-AIG, was operating on the Pokhara-Jomson route when the incident happened.
The spokesman says that the pilot had told air traffic control about a minute before the crash that there was "something wrong with the aircraft indicators" on approach to Jomson, and that he was going to do a go-around and return to Pokhara Airport.
However, one of the aircraft's wings slammed into a mountain while on the go-around. Jomson airport, which is located in a mountainous area, is a key trekking hub in Nepal.
Fifteen people, including the pilot and the co-pilot, were killed in the crash. Six others survived.
Agni Air, originally set up as an air taxi company in 2005, started regular services in 2008, linking the Nepalese cities of Kathmandu and Pokhara with other towns and cities in the country.
This is the second crash involving a Dornier 228 operated by Agni Air.

source: flightglobal.com

First A380s with line-fit wing-fix to be delivered in 2014

Airbus is expecting one-off charges to implement a retrofit solution to the A380 wing-rib cracking problem to reach €260 million ($330 million) over 2012.
The airframer's parent, EADS, revealed in its first-quarter results that it had already taken a €158 million charge relating to fixing 71 in-service A380s - a fix which, it says, is "more complex" than originally anticipated in March this year.
"This charge is now treated as a one-off since the anticipated retrofit costs go beyond the recurring warranty levels," it adds.
But the company is still expecting to deliver 30 A380s this year. EADS will continue to treat the matter on a one-off charge basis.
Based on the projected deliveries the total charge over the year, says EADS, could reach about €260 million.
The A380 delivery schedule for 2012 is "becoming more challenging" because the delivery pattern has become "more back-loaded", says EADS, admitting that it had expected to hand over more than the four A380s delivered in the first quarter.
EADS says the final wing-fix solution was finalised over the "last few days" and discussions are taking place with certification authorities.
Once the changes secure approval from the European Aviation Safety Agency, implementation of the retrofit will begin towards the end of this year with initial deliveries in 2013.
But while implementation of the line-fit solution will take place around the same time, the lead times mean that the first A380s with the line-fit fix will be delivered in 2014.
"Implementation in production of the final fix will temporarily generate headwind on the year-on-year A380 [earnings] improvement in 2012 and 2013 to account for non-recurring costs and delivery adjustments," says EADS.
"General discussions are on-going with customers. However, this should not jeopardise the reaching of [A380] break-even by the beginning of 2015."

source: flightglobal.com

EU says just 10 Chinese, Indian airlines boycotted ETS

Just eight Chinese airlines and two Indian carriers failed to submit carbon emissions data before a 31 March deadline stipulated in the Emissions Trading Scheme (ETS), EU climate commissioner Connie Hedegaard has said.
With more than 1,200 international carriers adhering to the deadline, the revelation suggests efforts spearheaded by China, India and Russia to oppose the carbon trading system are faltering.
"We have given them until mid-June to report back their data," Hedegaard said of the ten unidentified airlines that did not report emissions figures.
Under the terms of the ETS, airlines must from 2012 onwards declare carbon emissions data for any flights landing in or taking off from EU territory. Annual figures are then set against company-specific quotas determined by Brussels, and carriers must pay for surplus emissions by purchasing carbon permits on the free market.
Though opposition to the ETS remains widespread - with more than 20 countries attending a "coalition of the unwilling" conference in Moscow last February - the scheme's detractors appear to have been swayed by EU threats of punitive measures for non-compliance.
Penalties for boycotting the ETS start at €100 ($128) per tonne of carbon, and repeat offenders can ultimately be banned from EU airspace.
The Chinese government prohibited its airlines from participating in the cap-and-trade scheme earlier this year, while India and Russia talked up the prospects of a global trade war if foreign carriers were included in the system. Opponents view it as an extra-territorial tax which violates international treaties like the Chicago Convention.
But the EU Court of Justice overturned legal challenges to the ETS in December 2011, concluding that Brussels was acting within the constraints of European law.
Hedegaard said the EU will now redouble efforts to establish a global carbon trading system under the auspices of the International Civil Aviation Administration (ICAO). All sides of the dispute view an ICAO solution as the best way forward, though the EU says the UN body has dragged its feet over implementation of a wider scheme.

source: http://www.flightglobal.com

Nama Bandara Internasional Kuala Namu bisa jadi sumber konflik

MEDAN – Walaupun pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu belum pasti akan selesai, namun perdebatan soal nama yang akan digunakan untuk bandara pengganti Bandara Internasional Polonia tersebut telah menarik perhatian berbagai golongan, etnis dan ormas termasuk pemerintah di Sumatera Utara.

Sampai saat ini, ada sejumlah usulan dari berbagai kelompok tentang nama Bandara Kuala Namu yang digadang-gadang beroperasi Maret 2013 mendatang. Dari Pemda Deli Serdang mengusulkan Bandara Internasional Sultan Serdang (BISS), Bandara Internasional Amir Hamzah, Sultan Sulaiman, Adam Malik, Sisingamangaraja dan Abdul Haris Nasution yang semuanya mengandung kekusukan dan kepahlawanan.

Namun, menurut Sejarawan Unimed (Universita Negeri Medan) Phil Ichwan Azhari, pengusulan nama Bandara Kuala Namu dengan menggunakan simbol etnis atau kesukuan sangat tidak tepat.

Kepada Waspada Online, tadi malam Azhari mengatakan, dengan adanya penyebutan nama dengan menonjolkan identitas etnis dan suku bisa menjadi sumber konflik. Alasannya, kearifan Sumatera Utara selama ini telah terpelihara dengan nama-nama yang tidak berbau etnis atau nama-nama kepahlawanan. “Misalnya, USU, IAIN Sumut, Kodam Bukit Barisan, semuanya bukan menggunakan nama yang berbau etnis sehingga hal itu telah terbina,” ujarnya.

Walaupun daerah lain ada yang menyebut nama bandara seperti nama pahlawan atau suku, di Sumatera Utara itu tidak tepat karena beragamnya kultural yang hidup.

Sebelumnya, ketua tim penggodokan nama Bandara Kuala Namu yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Nurdin Lubis menyebutkan, pihaknya telah menerima sejumlah usulan nama dari berbagai pihak seperti ormas dan pemda. Sampai saat ini masih mengiventaris calon nama tersebut untuk selanjutkan akan diusulkan Gubernur Sumut kepada Kementerian Perhubungan atas persetujuan DPRD Sumut.

Sebab sesuai peraturan Kementerian Perhubungan, usulan nama bandara diserahkan kepada gubernur atas persetujuan DPRD setempat. Paling lambat, nama Bandara Kuala Namu akan diserahkan kepada Kemenhub, September mendatang.

source: waspada.co.id

Bandara Internasional Kuala Namu sudah 82%

DELI SERDANG - Pembanguan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara sudah terealisasi 82,03 persen. Dengan demikian, bandara terbesar kedua di Indonesia tersebut dipastikan selesai sesuai target, akhir tahun 2012.

Hal itu terungkap dalam kunjungan tim Sekretariat Wakil Presiden bersama Pemerintah Provinsi (Setwapres Pemprov) Sumatera Utara, di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, hari ini.

Pimpinan proyek pembangunan sisi terminal Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura II, Joko Waskito mengatakan, dengan realisai tersebut, pihaknya optimis bandara pengganti Polonia Medan ini dapat beroperasi pada 2013 mendatang. Dia menjelaskan, 82,03 persen telah digabung dari pembangunan sektor publik yang terencana 90,29 persen dan ternyata terealisasi 90,49 persen. Begitu juga sektor privat yang terencana 69,82 persen ternyata sudah terealisasi 69,68 persen.

"Jadi kalau digabungkan, sesuai perencanaan kita. Pembangunan diangka 81,97 persen ternyata sudah terealisasi dengan angka 82,03 persen," kata Joko saat dengan menunjukkan grafik dan peta pembangunan Bandara Kuala Namu kepada rombongan.

Disebutkannya, kondisi lapangan saat ini hampir semuanya sudah 100 persen terlaksana, seperti gateway dan taxiway. Hanya saja, yang masih belum rampung adalah pengerjaan runway sepanjang 3.750x45 m yang baru mencapai 41 persen. Namun, hal itu tidak menjadi kendala karena 59 persen lagi hanya tinggal pengerjaan pengaspalan dan tahun ini dipastikan selesai. "Proses pembangunan runway memang butuh waktu, menunggu pengerasan tanah yang bisa mencapai berbulan-bulan. Namun Juni nanti proses pengaspalan sudah akan dimulai. Sedangkan terminal penumpang saat ini sudah rampung, tinggal pengerjaan interior disainnya saja, dan pemasangan alat-alatnya terminal seperti display system, sound system dan alat-alat bagasi," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Joko juga mengajak rombongan melihat langsung peninjauan terminal keberangkatan dan kedatangan penumpang. Mulai dari pintu masuk hingga ke landasan udara. Rombongan juga diajak berkeliling kawasan bandara dengan menaiki bus.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumut, Nurdin Lubis mengharapkan pengerjaan Bandara Kuala Namu bisa rampung sesuai target, akhir 2012. "Saat ini saya juga diperintahkan oleh Plt Gubsu untuk melihat langsung bagaimana dan sampai dimana tahap pembangunan bandara yang kita impikan ini. Kemudian bersama juga ada tim dari Setwapres yang juga meninjau langsung bandara ini," ujar Sekda.

Sekda menyebutkan, pihaknya akan melakukan peninjauan pada awal Juni 2012 mendatang. Hal itu untuk melihat kembali sudah sejauh mana proses pembangunannya. "Kita dari Pemerintah Provinsi Sumut benar-benar serius. Dan kita harapkan Bandara Kuala Namu ini benar-benar selesai tepat waktu. Jika bandara terealisasi, akan memberi dampak ikutan yang besar terhadap peningkatan perekonomian daerah," jelas Sekda.

Plt Asisten Deputi Infrastruktur dan Energi Setwpres RI Titin Lilis Surinda menyampaikan, bahwa kunjungan yang dilakukan adalah sebagai bentuk koordinasi dalam pembangunan Bandara Kuala Namu. Sehingga jika ada kendala dalam upaya pelaksana pembangunan Bandara dapat dibicarakan.

Bandara Internasional Kuala Namu merupakan bandara terbesar kedua setelah Bandara Cengkareng yang didanai oleh APBN murni Depertemen Perhubungan di sektor publik dan anggaran PT Angkasa Pura II disektor Privat. Bandara Kuala akan mampu melayani kebutuhan delapan juta penumpang, 65 ribu ton kargo, serta pesawat terbesar sejenis B747-400 dengan jarak penerbangan langsung terjauh untuk penerbangan haji. Bandara Kuala Namu nantinya dapat menampung 33 pesawat dalam waktu yang bersamaan diantaranya dua pesawat jenis B747-400 dan selebihnya sejenis 747.

source: waspada.co.id

Akhir Mei, 128 KK harus pindah dari Kuala Namu

DELI SERDANG - Pembangunan akses jalan non tol menuju Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara masih terkendala pembebasan lahan sepanjang 3,5 km. Untuk mencapai target pengoperasian bandara pada Maret 2013 mendatang, Panitia Pembebasan Tanah (P2T) akan menitipkan (konsinyasi) uang santunan untuk 128 kepala keluarga (KK) yang berada di atas lahan eks HGU PTPN II tersebut ke pengadilan pada akhir Mei 2012.

Ketua tim P2T yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Azwar, mengatakan,  kemajuan pembebasan lahan masyarakat untuk pembangunan jalan non tol (arteri) menuju bandara hingga kini sudah mencapai 75%. Dia menuturkan, kendala yang dihadapi pihaknya untuk merelokasi warga adalah masyarakat meminta nilai ganti rugi sesuai dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak, red). Padahal, sesuai dengan prosedur dan ketentuan santunan, hanya senilai 25% dari NJOP yang sudah diatur dalam peraturan gubernur (Pergub).

Hal ini disebabkan masyarakat tersebut menempati lahan eks HGU PTPN sehingga tidak diberikan ganti rugi sebagaimana umumnya, melainkan hanya santunan yang besarannya yang ditentukan dalam Pergub. "Ini tentu sudah melalui pertimbangan matang, karena Pak Gubernur berusaha memberikan santunan dan tidak membiarkan begitu saja masyarakat," kata Azwar dalam kunjungan Tim Sekertariat Wakil Presiden (Setwapres) saat meninjau kesiapan pembangunan bandara dan infrastrukturnya di Desa Beringin, Deli Serdang, hari ini.

Oleh karena itu, dalam menghadapi kendala warga yang masih menolak proses ganti rugi, pihaknya akan menjalankan proses sesuai dengan prosedur yang ada yaitu konsinyasi ke pengadilan. "Kalau masyarakat memang tidak mau direlokasi, kita akan limpahkan sesuai prosedur hukum melalui pengadilan. Akhir Mei kita akan konsinyasi," ungkap Azwar.

"Karena ini adalah program nasional, tidak merugikan masyarakat. Kami harap masyarakat mau menerima santunan, karena ini juga adalah kebanggaan masyarakat Deli Serdang," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Pemprov Sumut, Nurdin Lubis mengimbau kepada 128 KK yang masih menempati jalur pembangunan jalan non tol menuju bandara agar bekerjasama dan mendukung program nasional tersebut. "Kami memohon pengertian masyarakat agar mendukung proyek pembangunan nasional. Kalau jalan ini tidak selesai, maka fungsi bandara yang saat ini sudah selesai 80 persen, tidak ada gunanya. Saya imbau masyarakat yang terkena agar bersama-sama mendukung proyek ini dapat selesai pada waktunya," ujar Sekda.

Sekda menuturkan, upaya yang dilakukan Tim P2T sudah mengalami kemajuan signifikan. Namun, dia berharap agar upaya tersebut terus ditingkatkan lagi, terutama dalam memberi pengertian kepada masyarakat yang terkena dampak agar menerima dana santunan yang dianggarkan melalui APBD Sumut tersebut. Seperti diketahui, Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 62 tahun 2011 mengenai santunan pembebasan lahan bagi warga yang menempati lahan eks HGU yang lahannya terkena jalur pembangunan jalan, dimana pendanaannya ditampung oleh Pemrovsu pada APBD TA 2012.

Namun, karena masyarakat tak juga mau direlokasi, maka pemerintah akan mengambil keputusan melakukan konsinyasi ke pengadilan. "Ya, pada akhir Mei ini, tim sudah berketetapan hati. Kalau ada yang belum mau terima akan dikonsinyasi. Karena kita sudah melakukan berbagai upaya, kita sudah sosialiasai dan sudah meminta pengertian," tandas Sekda.

source: waspada.co.id

Bandara Internasional Kuala Namu terancam tanpa jalan

MEDAN - Meski Bandara Internasional Kuala Namu dipastikan rampung akhir tahun ini, namun akses jalan non tol (arteri) menuju bandara tersebut masih kritis. Jika awal Juni pengerjaan lanjutan jalan arteri belum dilaksanakan, maka dipastikan bandara megah tersebut selesai tanpa akses jalan arteri.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wijaya Seta mengatakan, jalan non tol menuju bandara, yakni dari Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa sepanjang 13,5 km direncanakan dibangun empat lajur dua arah. Namun hingga kini, pihaknya masih membangunan jalan sepanjang 10 km dengan dua lajur, dua arah. Hal tersebut dikarenakan masih ada lahan yang belum bebas pada akses jalan tersebut.    

Masih ada sekitar 3,5 km jalan lagi didiami warga. "Dalam membuat jalan ini, kita dari Kementerian PU yang ditugasi untuk membuat akses jalan, bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda). Dimana Pemda yang membebaskan lahan, kemudian PU yang membuat jalannya," katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Seta menyebutkan, sejatinya tidak ada kendala untuk membangun akses jalan non tol tersebut jika tanahnya sudah bebas. "Kalau dari PU, dari segi pendanaan, kita sudah siap, kontrak sudah ada, tinggal kita menunggu pembebasan tanah. Begitu tanah bebas, kita bisa kerja," ungkapnya.

Seta menambahkan, pengerjaan jalan tersebut sangat tergantung pada bebasnya tanah. Jika akhir Mei, Pemprov Sumut bisa merelokasi warga, maka jalan akan selesai pada Desember 2012 karena bisa langsung dikerjakan pada awal Juni 2012. Namun, jika pembebasan tanah molor lagi, maka pembangunan jalan tidak akan selesai pada akhir tahun ini. "Kalau molor lagi, sampai Juni atau Juli, mungkin bisa jadi tidak selesai," ujar Seta.

Namun, lanjutnya, pihaknya memiliki alternatif, jika tanah tak kunjung bebas hingga waktu yang ditentukan, maka pihaknya akan meningkatkan jalan existing. "Itu kita tingkatkan lagi, kita bagusi, tetapi itu jadi mengecil karena lebarnya nggak nambah," sebutnya.

Sebelumnya, Ketua tim panitia pembebasan tanah (P2T) yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Azwar, dalam kunjungan tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) ke bandara beberapa waktu lalu mengatakan, masih ada 128 kepala keluarga yang mendiami lahan akses jalan non tol tersebut.Hingga kini, kata dia, kemajuan pembebasan lahan masyarakat untuk pembangunan jalan non tol sudah mencapai 75%.

Menurutnya, kendala yang dihadapi pihaknya untuk merelokasi adalah masyarakat meminta nilai ganti rugi sesuai dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak, red). Padahal, sesuai dengan prosedur dan ketentuan santunan, hanya senilai 25% dari NJOP yang sudah diatur dalam peraturan gubernur (Pergub).Hal ini disebabkan masyarakat tersebut menempati lahan eks HGU PTPN sehingga tidak diberikan ganti rugi sebagaimana umumnya, melainkan hanya santunan yang besarannya yang ditentukan dalam Pergub.Oleh karena itu, dalam menghadapi kendala warga yang masih menolak proses ganti rugi, pihaknya akan menjalankan proses sesuai dengan prosedur yang ada yaitu konsinyasi ke pengadilan.

"Kalau masyarakat memang tidak mau direlokasi, kita akan limpahkan sesuai prosedur hukum melalui pengadilan. Akhir Mei kita akan konsinyasi," ungkap Azwar.

Hal senada disampaikan Sekda Pemprov Sumut, Nurdin Lubis. Dia mengimbau kepada 128 KK yang masih menempati jalur pembangunan jalan non tol menuju bandara agar bekerjasama dan mendukung program nasional tersebut."Kami memohon pengertian masyarakat agar mendukung proyek pembangunan nasional. Kalau jalan ini tidak selesai, maka fungsi bandara yang saat ini sudah selesai 80 persen, tidak ada gunanya. Saya imbau masyarakat yang terkena agar bersama-sama mendukung proyek ini dapat selesai pada waktunya," tandasnya.

source: waspada.co.id

US hopes the next APEC meeting in North Sumatra

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – The United States hoped North Sumatra could host for Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013 as it had promising economic potency. Assistant of Secretary of State for Southeast Asia, Joseph Yun, said that on Friday when he met caretaker Governor of North Sumatra, Gatot Pujo Nugroho, in Medan.

Gatot explained the opportunities on economy and investment in North Sumatra regarding with the Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesia Economic Development (MP3EI). The area is developing strategic projects as Indonesian economic corridor in western area.

North Sumatra has Sei Mangke Economic Area in Simalungun to produce the subsidiary industry of crude palm oil. The province also develops rubber cluster in Sei Bamban. To support the transportation, Kualanamu airport in Deli Serdang is prepared.

“I will deliver all the explanation. Andrew Herrup (the Senior Official of US Ministry for Foreign Affairs to Indonesia) and I will make an effort for Medan to be the host of APEC 2013,” Yun said.

source: http://en.republika.co.id

Boeing Announces Final Leg of 787 Dream Tour


EVERETT, Wash., May 18, 2012 /PRNewswire/ -- The Boeing (NYSE: BA) 787 Dream Tour will draw to a close with a seventh leg of international trips. During the tour, a refurbished flight test airplane has demonstrated the Dreamliner's capabilities to more than 59,000 guests with an estimated 6,000 more to see it during the upcoming stops.
On May 23, the airplane known as ZA003 will depart Boeing Field for Sydney, Australia. Airline officials, government representatives, Boeing employees, suppliers and members of the media will tour the airplane during this leg of the tour. Below are the landing dates for each stop during leg seven.
  • May 24 – Sydney, Australia
  • May 29 – Auckland, New Zealand
  • May 31 – Darwin, Australia
  • June 1 – Tashkent, Uzbekistan
  • June 3 – Casablanca, Morocco
Upon completion of the tour, ZA003 will go through a scheduled maintenance period and resume its duties in the 787 flight test fleet.

While certification of the baseline 787 models has completed, additional testing is being conducted on airline-specific features, product enhancements, and technologies that will be introduced on the next member of the 787 family, the 787-9.

The Dream Tour airplane is outfitted with the 787's special cabin features including a welcoming entryway, dramatically larger dimmable windows, bigger bins and dynamic LED lighting. The airplane is configured with a luxurious business-class cabin, an overhead crew rest compartment and an economy class section.

Thousands of fans have followed the progress of the Dream Tour at www.newairplane.com/787/dreamtour, which will continue to be updated throughout the seventh leg of the tour.

2 Profesor dari Indonesia & Rusia Teliti Black Box Sukhoi

Jakarta Cockpit voice recorder (CVR) yang merupakan bagian dari black box Sukhoi Superjet 100 telah ditemukan. 2 Profesor dari Rusia dan Indonesia akan bekerja sama untuk meneliti black box tersebut.

"Black box Sukhoi SuperJet 100 akan diperiksa di Indonesia dan bukannya di Rusia. Nantinya dua orang profesor dari Indonesia dan Rusia yang akan memeriksa black box tersebut. Tadi malam, profesor dari Rusia sudah datang ke Indonesia," ujar Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (18/5/2012).

CVR yang ditemukan pada Selasa 15 Mei 2012 lalu saat ini sudah terurai datanya. Investigator KNKT tengah mentranskrip data di black box tersebut untuk selanjutnya didokumentasikan.

"Masih memerlukan waktu 12 bulan atau satu tahun untuk membuat laporan final. Nantinya akan dipublikasikan melalui www.dephub.go.id/knkt," jelas Tatang.

Dalam meneliti CVR, KNKT membutuhkan satu serial number code dari Rusia. Untunglah kode itu sudah didapatkan. Tatang bersyukur isi CVR masih bagus. Sesuai UU, isi black box belum bisa dipublikasikan.

"Apa yang dilakukan ini sesuai protokol internasional, CVR dan FDR tetap di sini jadi tidak dipisah," imbuh Tatang.

Dia menjelaskan, posisi kedua instrumen ini memang di bagian ekor pesawat. Namun ada yang berdampingan dan ada yang terpisah.

"Walau di belakang tidak menutup kemungkinan 2 alat ini terlempar. Seperi CVR dan FDR Adam Air posisinya beda 50 meter jadi ini juga terlempar. Karena ledakan terlempar," jelas Tatang.

source: detik.com

KNKT: Parasut Sukhoi untuk Survival dan Disimpan di Bagasi

Jakarta Parasut yang ditemukan anggota Kopassus di lokasi jatuhnya Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak sempat menjadi misteri. Namun Komite Nasional Keselamatan Trnasportasi (KNKT) menyatakan Sukhoi memang membawa parasut di bagian bagasi pesawat itu.

"Pesawat itu memang membawa parasut," kata Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakata Timur, Jumat (18/5/2012).

Tatang mengatakan parasut itu merupakan bagian dari survival kit yang ada di dalam bagasi pesawat. Parasut tidak digunakan untuk pilot melarikan diri.

"Itu untuk survival dan ada di dalam bagasi dan bukan untuk pilot melarikan diri," sambungnya.

Tatang menjelaskan pesawat ini dilengkapi alat survival untuk laut, gunung dan daerah kutub.

source: detik.com

Catatan Harian Basarnas Evakuasi Korban Sukhoi

Jakarta Setelah 10 hari melakukan evakuasi korban Sukhoi SuperJet 100, akhirnya operasi evakuasi yang dilakukan Basarnas dihentikan. Sebab di lokasi kecelakaan sudah tidak lagi ditemukan adanya korban. Inilah 'catatan harian' Basarnas dalam operasi evakuasi Sukhoi itu.

Operasi SAR dilakukan setelah adanya informasi hilang kontaknya Sukhoi SuperJet 100 pada Rabu (9/5). "Sesuai data radar Cengkareng, posisi terakhir di sekitar Gunung Salak. Basarnas kemudian memberangkatkan 2 helikopter untuk pencarian. Karena cuaca 2, helikopter tersebut kembali," terang Kepala Basarnas, Marsdya Daryatmo, dalam pernyataannya di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat (18/5/2012).

Basarnas kemudian bekerja sama dengan TNI, Polwil Bogor dan Brimob ke lokasi. Pada Kamis (10/5) pesawat Super Puma dan Hercules menemukan titik lokasi pesawat Sukhoi SuperJet 100.
Mengingat sulitnya posisi pesawat baru pada Jumat (11/5) Tim SAR melalui jalur darat bisa mencapai lokasi. Sejak saat itu dilaksanakan evakuasi. Sejumlah kantong jenazah diangkut dari lokasi kecelakaan.

Sabtu 12 Mei 2012 telah dievakuasi 17 kantong jenazah.

Minggu 13 Mei 2012 telah dievakuasi 5 kantong jenazah.

Senin 14 Mei 2012, Basarnas mengevakuasi 3 kantong jenazah.

Selasa 15 Mei 2012, 4 kantong jenazah dievakuasi dari lokasi.

Rabu 16 Mei 2012 Basarnas mengangkut 1 kantong jenzah.

Kamis 17 Mei 2012 telah dievakuasi 5 kantong jenazah. "Sebetulnya 9 tapi untuk mempermudah jadi 5 kantong," ucap Daryatmo.

Sebenarnya, Selasa 15 Mei lalu adalah hari ketujuh evakuasi. Sesuai peraturan pemerintah, operasi SAR yang berlangsung 7 hari dapat dihentikan. Namun karena masih banyak korban yang harus dievakuasi, operasi tetap dilanjutkan.

"Dan dilakukan penyisiran dengan penggalian dan pemindahan puing pesawat. Pada hari ini adalah hari kesepuluh operasi SAR, sesuai hasil tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban, oleh karena itu proses evakuasi hari ini dihentikan," tambah Daryatmo.

source: detik.com

Keluh Kesah Relawan TNI Tentang Sulitnya Evakuasi Korban Sukhoi

Bogor, Keluh kesah dialami oleh beberapa anggota TNI dalam proses evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5) silam. Salah satunya anggota TNI dari satuan Atang Sendjaja, Serda Joko Siswanto Agus Setiawan.

Joko ketika ditemui detikcom Jumat (18/5/2012), menceritakan bagaimana sulitnya evakuasi korban Sukhoi. Joko mengaku bahwa evakuasi korban pesawat bukan pengalaman pertama kalinya di Gunung Salak.

"Dulu saya juga pernah evakuasi korban pesawat Cessna. Persis banget waktu itu tempat kejadiannya dekat dengan Sukhoi yang sekarang," cerita Joko.

"Cuma yang Cessna dulu itu kan mayatnya tidak terlalu berjauhan, dan kondisi datarannya tidak curam. Kalau Sukhoi ini kan lereng, hampir 90 derajat. Mayatnya pun tersebar di mana-mana. Ini (pengalaman) yang terberat," tambah Joko.

Lereng yang terlalu curam juga membuat para anggota tim tidak bisa terlalu berlama-lama berada di dasar jurang. "Ada batu jatuh dari atas, kecil saja, itu kan bisa bikin kepala berdarah," terangnya.

Joko bersyukur, evakuasi dapat berjalan dengan lancar dan dinyatakan selesai pada hari ini.

"Alhamdulillah bisa selesai hari ini. Saya juga ucapkan turut berduka cita untuk para keluarga korban," tutup pria asli Banyuwangi ini.

source: detik.com

Basarnas: Operasi SAR Dibuka Lagi Jika ada Tanda-tanda Korban Sukhoi

Jakarta Evakasui korban jatuhnya pesawat Sukhoi SuperJet 100 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak telah dihentikan. Namun Basarnas menyatakan akan melanjutkan pencarian jika ditemukan lagi ada tanda-tanda korban.

"Proses evakuasi dihentikan, namun seandainya ada tanda-tanda korban, operasi SAR akan dilanjutkan," kata Ketua Basarnas, Marsdya Daryatmo, dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (18/5/2012).

Jumat (18/5/2012) merupakan hari kesepuluh dilakukannya operasi evakuasi korban pesawat Sukhoi SuperJet 100 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak. Karena tidak ditemukan lagi tanda-tanda adanya korban, operasi evakuasi dihentikan mulai sore ini.

"Hari ini Jumat adalah hari kesepuluh dilaksanakan operasi SAR atau proses evakuasi. Sesuai perluasan tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban karena itu evakuasi terhitung sore ini, Jumat 18 Mei 2012 dihentikan," terang Daryatmo.

source: detik.com

CVR Sukhoi Langsung Diterjemahkan ke Bahasa Inggris

Jakarta Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sukhoi Superjet 100 sudah berada di tangan KNKT. KNKT bersama dari tim Rusia langsung menerjemahkan transkrip pembicaraan yang berada di dalam pesawat ke dalam bahasa Inggris.

"Sedang dituliskan kata demi kata dalam tiap detik demi detik," ujar Ketua penyelidik di KNKT untuk kasus Sukhoi, Mardjono Siswosuwarno saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (19/5/2012).

Menurut Mardjono, dalam proses transkrip CVR tersebut pihak KNKT turut mengundang perwakilan dari Rusia untuk mendengarkan setiap percakapan dari dalam ruang pesawat.

"Mereka kan mengenali suara-suara dari kawannya yang berada di dalam pesawat," kata Mardjono.

"Proses transkrip masih berlanjut dan sudah dari awal pihak Rusia ikut menyaksikan," tambahnya.

Untuk mempercepat proses transkrip dari CVR, KNKT bersama pihak Rusia langsung menerjemahkan bahasa Rusia ke dalam bahasa Inggris. Sayangnya, Mardjono enggan membeberkan beberapa isi transkrip yang telah tercatat oleh KNKT.

"Itu tidak boleh. Nanti saja akan diumumkan," terangnya.

Seperti diketahui, CVR ini merekam data-data percakapan pilot di dalam kokpit. CVR ini ada 4 saluran yang merekam percakapan:

Saluran 1 terhubung dengan pengeras suara yang biasa digunakan pramugari kepada penumpang Saluran 2 terhubung dengan co-pilot
Saluran 3 terhubung dengan pilot yang terhubung dengan air traffic controller (ATC)
Saluran 4 merekam seputar suasa kokpit, misalnya mesin yang berisik atau hujan.

source: detik.com

KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti di Pakistan Karena Rusak

Jakarta Berbeda dengan keterangan dari PT Trimarga Rekatama selaku perwakilan Sukhoi di Indonesia menepis bahwa pesawat Superjet 100 yang diterbangkan di Indonesia merupakan pesawat pengganti, KNKT malah mengakui bahwa pesawat pabrikan Rusia tersebut diganti saat berada di Karachi, Pakistan.

"Karena ada penjelasan sampai di Karachi ada pesawat ada yang rusak," ujar Ketua penyelidik di KNKT untuk kasus Sukhoi, Mardjono Siswosuwarno saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (19/5/2012).

Namun Mardjono tidak mengetahui pasti dibagian mana pesawat tersebut mengalami kerusakan dan akhirnya harus dipulangkan ke Moskow, Rusia. Mardjono pun menjamin pesawat pengganti Sukhoi yang akhirnya jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, berada dalam kondisi prima saat dibawa menuju ke Indonesia.

"Kondisi bagus dan tidak ada tanda-tanda rusak selama terbang ke Indonesia," kata Mardjono.

Guru besar ITB ini juga membantah bahwa pesawat yang digunakan dalam demonstrasi di Indonesia adalah pesawat cadangan. "Mereka kan punya banyak pesawat ini," ucapnya.

PT Trimarga Rekatama selaku perwakilan Sukhoi di Indonesia menepis bahwa pesawat Superjet 100 yang diterbangkan di Indonesia merupakan pesawat pengganti. Hal tersebut dibuktikan dengan nomor registrasi pengajuan izin Sukhoi ke Kemenhub dan pesawat yang diterbangkan untuk joy flight memiliki nomor yang sama.

"Sepengertian saya, nomor registrasi yang saya ajukan ke Kementerian Perhubungan pada awal Mei dengan pesawat yang terbang nomor registrasinya sama," kata perwakilan PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, saat dikonfirmasi, Rabu (15/5).

Namun dalam rilis AFP, pesawat Sukhoi yang berdemonstrasi terbang di Indonesia adalah pesawat pengganti. Pesawat yang pertama yang dipakai di Kazakhstan dan Pakistan ditarik pulang ke Rusia karena ada masalah. Pesawat yang ditarik bernomor registrasi 97004, sedangkan yang terbang di Indonesia 97005.

Sulitnya Identifikasi Korban Sukhoi Lewat Sidik Jari

Jakarta Sidik jari korban Sukhoi SuperJet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, bertambah 10 dari 34 menjadi 44. Namun tidak ada satu pun sidik jari yang cocok dengan data-data korban.

"Yang ketemunya tangan kanan, antemortemnya tangan kiri jadi nggak ada yang pas," ujar Direktur Eksekutif DVI RS Polri, Kombes Pol Anton Castilani, di depan pos antemortem RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (19/5/2012).

Menurut Anton, pencocokkan dengan sidik jari dibandingkan dengan data-data yang dikirimkan oleh keluarga. Data-data itu seperti ijazah, KTP dan lain-lain.

"Ternyata tidak lengkap," kata dia.

Anton menambahkan, tim DVI masih terus bekerja hingga hari ini. Pihaknya akan segera menggelar jumpa pers dalam waktu dekat.

"Doakan 1-2 hari ini saya bisa kabarkan lagi lewat press conference," tutur Anton.

source:detik.com

KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan

Jakarta PT Trimarga Rekatama, perwakilan Sukhoi di Indonesia, mengaku tidak mengetahui soal pesawat Sukhoi Superjet 100 yang diterbangkan di Indonesia adalah pesawat pengganti.

"Silakan dikonfirmasi ke KNKT. Tugas Trimarga cuma satu, yaitu menyebarkan undangan," kata perwakilan PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (19/5/2012).

Menurut Sunaryo, seluruh perizinan terkait demo penerbangan pesawat pabrikan Rusia tersebut seluruhnya diajukan ke otoritas berwenang di Indonesia oleh pihak Sukhoi.

"Seluruh surat-surat mereka semua yang tangani," kata Sunaryo.

Dia menilai, tidak ada kejanggalan dalam izin penerbangan yang dilakukan Sukhoi Superjet 100.

"Kalaupun surat dinyatakan tidak benar, kemungkinan izin dari Kementerian Perhubungan tidak akan keluar," katanya.

Sebelumnya, Ketua penyelidik di KNKT untuk kasus Sukhoi, Mardjono Siswosuwarno, membeberkan bahwa pesawat pabrikan Rusia tersebut diganti saat berada di Karachi, Pakistan.

"Karena ada penjelasan sampai di Karachi ada pesawat ada yang rusak," ujar Guru Besar Penerbangan ITB tersebut.

Namun Mardjono tidak mengetahui pasti dibagian mana pesawat tersebut mengalami kerusakan dan akhirnya harus dipulangkan ke Moskow, Rusia. Mardjono pun menjamin pesawat pengganti Sukhoi yang akhirnya jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, berada dalam kondisi prima saat dibawa menuju ke Indonesia.

Trimarga pun sempat menepis bila pesawat yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, itu adalah pesawat pengganti.

"Sepengertian saya, nomor registrasi yang saya ajukan ke Kementerian Perhubungan pada awal Mei dengan pesawat yang terbang nomor registrasinya sama," kata Sunaryo, Rabu (15/5) lalu.

Namun dalam rilis AFP, pesawat Sukhoi yang berdemonstrasi terbang di Indonesia adalah pesawat pengganti. Pesawat yang pertama yang dipakai di Kazakhstan dan Pakistan ditarik pulang ke Rusia karena ada masalah. Pesawat yang ditarik bernomor registrasi 97004, sedangkan yang terbang di Indonesia 97005.

source: detik.com

KNKT Selidiki 20 Menit Percakapan Pilot Sukhoi Sebelum Kecelakaan

Jakarta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menyelidiki penyebab kecelakaan yang menimpa Sukhoi Superjet 100. Tahapan awal penyelidikan adalah mengungkap data percakapan awak pesawat yang terekam dalam CVR (Cockpit Voice Recorder).

"Tengah mentranskripkan apa-apa yang didengar di kokpit antara pilot dan ko pilot," Ketua penyelidik di KNKT untuk kasus Sukhoi, Mardjono Siswosuwarno, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (19/5/2012) malam.

Proses pentranskripan atau penulisan percakapan tersebut, papar Mardjono, dibantu oleh 3 orang pilot. Dua pilot yang tergabung di KNKT berasal dari Indonesia, sedangkan seorang lainnya berasal dari Rusia.

"Prosesnya diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris," ujarnya.

Durasi waktu percakapan yang terekam dalam CVR berdurasi sekitar 2 jam. Rentang waktu tersebut termasuk meliputi data percakapan saat pesawat naas tersebut melakukan joy flight pertama kalinya.

"Tentunya yang relevan sekitar 20 menit terakhir," jelas Guru Besar Penerbangan ITB ini.

source: detik.com

Boeing tweaks design of 737 MAX engine

The jet-maker has decided to increase the crucial engine fan diameter from 68 to 69 inches. The size of the fan on the new jet has been a matter of contention because Airbus is able to offer a much bigger fan on the coming update to its rival single-aisle family, the A320neo.

Boeing is continuing to tweak the design of its coming 737 MAX, the update to its workhorse single-aisle jet due in 2017, and has decided to increase the crucial engine-fan diameter from 68 to 69 inches.

Boeing spokeswoman Lauren Penning said the change stemmed from wind-tunnel testing that was completed last week and continuing work with engine-maker CFM International, a joint venture between GE and Snecma of France.

Despite the size increase, the nose landing gear won't need to be raised for ground clearance beyond the 8 inches previously announced, she said.

The size of the fan on the new jet has been a matter of contention because Airbus is able to offer a much bigger fan on the coming update to its rival single-aisle family, the A320neo.

A bigger fan produces more efficient propulsion. On the negative side, it also adds weight and drag. Engineers must come up with the optimal engine size to produce the greatest overall benefit to the airplane.

Penning said 69 inches is "looking like the best balance of weight, drag and performance."

However, on fan size, Airbus insists that bigger is better. Its executives argue that Boeing simply can't make the 737 MAX fan as big as it would like because the jet sits lower to the ground than the Airbus A320 and there isn't enough clearance to fit a bigger fan.

On the MAX, Boeing is offering just one engine: CFM's LEAP-1B.

Airbus is offering a choice between a variant of CFM's LEAP with a 78-inch fan and a Pratt & Whitney geared engine with an 81-inch fan.

In April, Boeing announced a series of design changes to the MAX, including the 8-inch lift to the nose gear, a change in shape of the tail cone and the introduction of fly-by-wire spoilers on the wings. Then earlier this month, it revealed a new type of winglet for the MAX.

Some in the industry have speculated that, because of the ground-clearance limitation on fan size, Boeing is struggling to come up with a design that will match the fuel efficiency of the Airbus neo.

But in a note to clients Wednesday, Richard Safran, aerospace analyst with Buckingham Research Group, wrote that "the revised engine fan size has more to do with optimizing the engine than a means to overcome performance deficiencies."

source: http://seattletimes.nwsource.com
And Scott Hamilton, industry analyst with Leeham.net, said that with the MAX still five years away from entry into service, "Boeing is doing what it ought to be doing in trying to get every little advantage out of its redesign."

Lufthansa debuts first 747-8 passenger jumbo jet

German flag carrier Lufthansa readied its first Boeing 747-8 Intercontinental to fly to Frankfurt after a delivery ceremony in Everett.

Boeing's largest passenger jet debuted Tuesday at a delivery ceremony in Everett as German flag carrier Lufthansa readied its first 747-8 Intercontinental to fly to Frankfurt. The new jet will enter passenger service June 1 with a flight from Frankfurt to Washington, D.C.

Though the original 747 first flew more than 43 years ago, Nico Buchholz, Lufthansa's executive vice president in charge of fleet management, emphasized the plane's newness: A new wing and new engines make it more fuel efficient and quieter; a new 787-style interior provides a sense of space and light for passengers.

"It's even beyond up-to-date," said Buchholz at the ceremony. "It's highly sophisticated."

The father of the 747 and lead engineer at the program's inception, 91-year-old Joe Sutter, was there to celebrate this latest iteration of his original design.

"We finally got it right," he quipped to a reporter. "We felt we had a vehicle that was good for the future. It turned out that way."

The plane's interior styling features high ceilings, LED lighting and a spiral staircase to an all-business-class upper deck.

Lufthansa's spacious cabin layout seats just 358 passengers, compared with Boeing's much denser standard layout, a 467-passenger configuration. This first jet has eight first-class seats, 92 business-class, and 258 economy.

The jet has the same 100 premium seats as Lufthansa's larger Airbus A380 double-decker jets. The airline will use that superjumbo on routes more popular with tourists, such as New York and San Francisco, deploying the Boeing jumbo jet on routes with more business travelers.

This year, Lufthansa plans to take five of the planes, introducing them on flights out of Frankfurt to Washington, D.C., Los Angeles and Chicago, then Delhi and Bangalore in India.

The first jet's business-class seats are a new premium product for the airline, featuring lie-flat beds oriented so that two neighboring seats are angled toward each other converging at the feet.

In economy class, the lower part of the seat is designed so that even though the seat tops are a standard 31 inches apart, a 6-foot-tall passenger has about a 3-inch gap between his knees and the seat in front.

One of the new features of the airplane is a flight system that adjusts for wind gusts to give a smoother ride.

Elizabeth Lund, 747 vice president and program manager, said Boeing had confirmed the system's efficacy in flight tests — and not only by using high-tech measuring equipment: The test crew installed in the cockpit a bobblehead doll of chief 747 pilot Mark Feuerstein, and watched it stay still in flight.

source: http://seattletimes.nwsource.com/first passenger version was delivered to an undisclosed VIP customer, thought to be a ruling family in the Middle East.

Boeing reportedly lining up large United 737 order

Boeing looks set to win from United Airlines an order for more than 100 single-aisle jets, which would be worth more than $5 billion after...

Boeing looks set to win from United Airlines an order for more than 100 single-aisle jets, which would be worth more than $5 billion after typical market discounts.

If finalized, the large order will be a big boost for Boeing's new 737 MAX in its competition with the rival Airbus A320 neo.

Bloomberg News reported from Europe Monday that United has ended sales talks with Airbus, suggesting that officials at the European jetmaker may have leaked the outcome so that news of the loss trickles out. The Wall Street Journal followed up, also from Europe, saying Boeing had won.

A person at United with knowledge of the negotiations said an announcement is imminent, but said it will likely not come before United's quarterly earnings report Thursday.

Airbus A380 flights from New York begin August 9

Korean Air flight 082 departs JFK at 2 p.m., Aug. 9, marking the first A380 flight to cross the Pacific from New York.  Korean Air will be adding Los Angeles A380 service in October.

Korean Air’s A380 has 407 seats: 12 luxurious Kosmo First Class suites and 301 Economy Class seats on the first level, with the upstairs featuring 94 lie-flat sleepers spaced six feet apart.

Korean Air’s Duty Free Showcase features cosmetics, perfumes, liquor and accessories, with a dedicated cabin crew member on hand to assist and advise passengers with all their shopping needs.  Shoppers can see and touch the physical goods, then return to their seats to make selections in private.

There are three bars on the aircraft. In addition to the hosted Celestial Bar, there are self-serve bars located in First Class and at the front of Prestige Class.

source: KoreanAir